Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Membangun Solidaritas untuk Pendidikan Anies Baswedan dan Gebu Karo

23-08-2012 | 13:04 WIB

Oleh: Supriadi Purba


Tergugah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, Anies mendirikan gerakan pendidikan baru yaitu INDONESIA MENGAJAR. Sebuah program yang merekrut anak-anak muda terbaik lulusan perguruan tinggi di Indonesia untuk mengabdi sebagai guru di sekolah-sekolah dasar yang ada di pelosok Indonesia. Lewat program INDONESIA MENGAJAR, Anies Baswedan mengajak para pemimpin muda Indonesia yang telah selesai berkiprah di kampus, untuk terjun ke desa-desa di pelosok negeri yang tanpa listrik, tanpa sinyal telepon. Menyebarkan harapan, memberikan inspirasi, dan mengantungkan mimpi bagi anak-anak negeri lewat kehadiran para lulusan terbaik universitas ternama. 

Peringatan HUT RI Ke-67, Kemerdekaan Milik Siapa

18-08-2012 | 17:14 WIB

Oleh: Aripianto


Menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-67 marilah kita kembali melakukan refleksi sebagai warga negara yang baik, tentu akan mengingat jasa-jasa para pahlawan yang sudah memerdekakan Indonesia. Bahkan, sebagai insan politik, makna kemerdekaan harus bisa dimaknai secara utuh agar bisa meneruskan perjuangan di masa sekarang. Selain itu, sistem penegakan hukum harus dijadikan panglima dalam mengedepankan reformasi yang sedang dilaksanakan saat ini.

Pidato Presiden SBY Bentuk Ketakutan Masuk Jeratan Century Gate

18-08-2012 | 13:29 WIB

Oleh : Supriadi Purba


Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dinilai tak bisa lagi membantah keterlibatannya dalam kasus dana talangan (bailout) Bank Century setelah mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar mengungkapnya ke publik. Pernyataan tersebut disampaikan mantan Anggota DPR RI, M Misbakhun di Jakarta. Misbakhun sempat diajukan ke pengadilan, namun divonis bebas oleh Mahkamah Agung (MA) karena tidak terbukti memalsukan dokumen dalam kasus Bank Century.

Mudik

15-08-2012 | 16:28 WIB

Oleh: Nur Fahmi Magid

Ada waktu, dimana Kota ini ditinggal pergi sebagian besar penduduknya. Ada satu waktu dimana kota ini mendadak sepi. Manusia-manusia berjubel memadati pelabuhan, bandara, atau terminal untuk ke suatu tujuan nun jauh di sana. Dimana masa lalu mereka terpaut di dalamnya. 

Esensi Ramadan dan Budaya Konsumtif

14-08-2012 | 17:31 WIB

Oleh: Jessica Olifia


Menurut sejumlah cendekiawan, budaya konsumtif yang mewabah saat ini tidak terlepas dari perkembangan budaya kapitalisme yang menempatkan konsumsi sebagai titik sentral kehidupan dalam tatanan sosial masyarakat (Republika.co.id). Terlebih lagi pada momen-momen khusus yang terjadi di sepanjang tahun yang mendorong setiap individu untuk bertindak konsumtif.

Menyoal Pengesahan UU Pendidikan Tinggi

11-08-2012 | 13:08 WIB

Oleh: Supriadi Purba


Perguruan tinggi adalah laboratorium peradaban, tempat eksperimentasi dialektis secara ilmiah sekaligus tempat menempa manusia untuk lahirnya insan berkarakter, tumbuh sebagai pilar-pilar peradaban yang integral dengan berbagai peran. Berangkat dari konsepsi itu, maka meniscayakan otonomi kampus, yakni kampus harus bebas dari intervensi sehingga objektivikasi dan kreativitas tumbuh subur sebagai proses pengayaan atau reproduksi khazanah keilmuan.

Taksi Idaman

08-08-2012 | 15:34 WIB

Oleh : Nurul Mahfud


Masyarakat Batam nampaknya harus bersabar menunggu satu tahun lagi, untuk dapat menikmati pelayanan taksi yang menjadi impian. Aksi demonstrasi ribuan pengemudi taksi yang dilakukan di depan kantor Walikota Batam, sukses membatalkan niat Pemerintah Kota Batam untuk menghadirkan taksi Blue Bird yang berkelas nasional di Batam.

Duka Muslim Rohingya

02-08-2012 | 09:50 WIB

Oleh: Raja Dachroni


Pada Ahad (29/7/2012), penulis dan rekan-rekan Pengurus Daerah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PD KAMMI) Kepulauan Riau mengunjungi 82 orang Muslim Rohingya Myanmar, korban pembantaian junta militer Myanmar, di Rumah Tanahan Dentensi Imigrasi (Rudenim) Pusat di Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Beragam kisah perih yang dialami Muslim Rohingya diceritakan Muhammad Yunus, seorang pengungsi yang kebetulan bisa berbahasa Indonesia, kepada penulis.