Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Obesitas Jadi Ancaman Serius, Masyarakat Diminta Ubah Pola Hidup
Oleh : Redaksi
Senin | 11-05-2026 | 14:48 WIB
menkes-budi3.jpg Honda-Batam
Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin. (Kemenkes)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Kementerian Kesehatan RI mengingatkan bahwa obesitas bukan sekadar persoalan penampilan, melainkan faktor risiko utama berbagai penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung, hingga stroke. Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, Kemenkes menggelar kegiatan "Obesity Disease Awareness Event: Harapan yang Meringankan" di Aula Siwabessy, Gedung Prof Dr Sujudi, Jakarta, Kamis (7/5/2026).

Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan prevalensi obesitas di Indonesia terus meningkat. Sekitar 23,4 persen atau satu dari empat orang dewasa tercatat mengalami obesitas, naik dibandingkan tahun 2018 yang berada di angka 21,3 persen.

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, menegaskan obesitas harus dipandang sebagai persoalan kesehatan serius yang berdampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat. "Kalau kita ingin hidup lebih sehat dan lebih panjang umur, maka kita harus mulai menjaga pola makan, menjaga berat badan, dan rutin berolahraga. Kesehatan bukan hanya urusan rumah sakit atau program pemerintah, tetapi harus menjadi gerakan hidup sehat setiap individu," ujar Budi dalam sambutannya.

Menurutnya, penanganan obesitas tidak cukup hanya melalui layanan kesehatan, tetapi harus dibarengi perubahan perilaku masyarakat. Karena itu, pemerintah mendorong edukasi pola hidup sehat melalui penyederhanaan informasi gizi pada makanan dan minuman agar lebih mudah dipahami publik.

"Kami ingin masyarakat lebih sadar terhadap apa yang mereka konsumsi. Informasi gizi harus dibuat sederhana sehingga masyarakat bisa menentukan pilihan makanan dan minuman yang lebih sehat," katanya.

Selain pola makan, Menkes juga menyoroti rendahnya aktivitas fisik masyarakat yang dinilai menjadi salah satu pemicu meningkatnya angka obesitas. Ia mendorong olahraga dijadikan budaya hidup sehari-hari.

"Kita harus menjadikan olahraga sebagai movement. Mau lari, jalan kaki, badminton, padel, atau aktivitas lainnya, yang penting tubuh terus bergerak dan dilakukan rutin," ujarnya.

Sementara itu, Duta Besar Denmark untuk Indonesia, Sten Frimodt Nielsen, menilai obesitas merupakan tantangan kesehatan global yang memerlukan kolaborasi lintas sektor dan pendekatan tanpa stigma. "Obesitas adalah kondisi kesehatan yang kompleks dan dipengaruhi banyak faktor, mulai dari gaya hidup, lingkungan, pendidikan, hingga akses layanan kesehatan. Penanganannya membutuhkan kerja sama pemerintah, tenaga kesehatan, industri, dan masyarakat," kata Sten Frimodt.

Ia juga menekankan pentingnya perubahan kecil dalam kebiasaan sehari-hari untuk menghasilkan dampak kesehatan jangka panjang. "Penerapan pola hidup sehat secara konsisten dapat memberikan dampak besar bagi kesehatan masyarakat di masa depan," tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut, Kementerian Kesehatan juga menegaskan penguatan kerja sama Indonesia dan Denmark di bidang kesehatan, termasuk kolaborasi dengan Novo Nordisk untuk mendukung pengendalian penyakit tidak menular, khususnya obesitas dan diabetes.

Melalui kampanye ini, pemerintah berharap kesadaran masyarakat terhadap bahaya obesitas semakin meningkat dan mendorong perubahan gaya hidup sehat secara konsisten. Acara juga diisi dengan edukasi kesehatan, konsultasi, dan pemeriksaan kesehatan bagi peserta.

Editor: Gokli