Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Pasien Pengidap Migrain Berisiko Kena Stroke Pasca Operasi
Oleh : Redaksi
Sabtu | 14-01-2017 | 16:14 WIB
migran.jpg Honda-Batam

Ilustrasi sakit kepala sebelah atau migrain dapat meningkatkan risiko stroke pasca operasi. (Foto: lannyboy89/Pixabay)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Sebuah studi menunjukkan bahwa orang yang kerap mengalami migrain berisiko lebih tinggi terkena stroke setelah menjalani operasi medis.

 

Melansir AFP, dengan temuan ini, para peneliti mengungkapkan riwayat kesehatan seperti migrain perlu jadi pertimbangan tim dokter sebelum memutuskan tindakan operasi medis pada pasien.

"Mengingat tingginya prevalensi migrain pada masyarakat dan kaitannya dengan stroke, hal ini menjadi penting karena berkaitan dengan kepentingan kesehatan publik," tulis penulis pada jurnal BMJ.

Migrain sering ditandai dengan sakit kepala parah dan kerap dihubungkan dengan gangguan penglihatan, sensitivitas pada suara, aroma, cahaya, dan disertai dengan mual.

Prevalensi atau kejadian migrain kerap muncul pada wanita, dan tercatat satu dari lima orang menderita sakit kepala.

Para peneliti mengatakan bahwa migrain telah lama dianggap berkaitan dengan risiko terjadinya stroke. Namun penyakit ini masih kerap dianggap sebagai kondisi yang sepele.

"Dokter harus sadar akan peningkatan risiko ini," kata penulis. Dan para penulis mengatakan perlu ada penelitian lebih lanjut sebagai upaya pencegahan stroke pasca operasi yang dilakukan pada pasien dengan migrain.

Penelitian ini dilakukan oleh tim gabungan Amerika Serikat, Denmark, dan Jerman. Mereka menganalisis catatan riwayat tindakan operasi medis hampir 125 ribu pasien di Massachussetts General Hospital dan dua kampus pada Januari 2007 hingga Agustus 2014. Dari jumlah pasien tersebut, 8 persen atau 10.179 orang memiliki riwayat migrain.

Pasca operasi, dari 125 ribu pasien, sebanyak 771 orang (0,6 persen) mengalami stroke 30 hari setelah operasi. Dan 11 persen atau 89 orang dari mereka memiliki riwayat migrain.

Tim peneliti menghitung risiko kejadian stroke adalah 2,4 kasus dari setiap 1000 pasien. Namun jumlah ini melonjak menjadi 4,3 kasus setiap 1000 pasien operasi dengan riwayat migrain.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatat 6,7 juta orang meninggal karena stroke pada 2012. Para penyintas penyakit ini berisiko menderita cacat dalam jangka waktu lama.

Stroke muncul ketika aliran darah ke area otak terputus akibat penyumbatan atau kebocoran di pembuluh darah. Kondisi ini menyebabkan sel otak kekurangan oksigen atau mati.

Sumber: CNN Indonesia
Editor: Dardani