Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Masjid Teluksebong

Polisi Masih Enggan Beberkan Perkembangan Penyelidikan
Oleh : Harjo
Kamis | 26-09-2013 | 14:46 WIB
IMG-20130925-00732(1).jpg Honda-Batam
Masjid Jamiat.ul Aula, di Desa Sebunglagoi, Kecamatan Teluksebong, Bintan

BATAMTODAY.COM, Tanjunguban - Kasat Reskrim Polres Bintan, AKP Reonald TS Simanjuntak, belum bersedia membeberkan perkembangan penyelidikan kasus dugaan korupsi dana pembangunan Masjid Jamiatul Aula di Desa Sebunglagoi, Kecamatan Teluksebong, Kabupaten Bintan.

Ketika ditanyakan perkembangan penyelidikan kasus tersebut, Reonald hanya mengatakan kasus tersebut tetap berlanjut. "Yang jelas kasus itu tetap berlanjut," ujarnya kepada BATAMTODAY.COM, Kamis (26/9/2013).

Herry Sugianto, tokoh pemuda Bintan Utara, berharap agar penanganan kasus dugaan korupsi dana pembangunan masjid tersebut bisa segera ada kejelasan. Walaupun sudah berbulan-bulan ditangani, polisi belum jua menetapkan adanya tersangka.


Sebaliknya, sejak laporan dugaan korupsi tersebut mulai masuk ke ranah hukum, justru pelapor kerap mendapatkan intervensi dari para pejabat Bintan. Intervensi tersebut tidak lain adalah agar warga yang menjadi pelapor kasus dugaan korupsi tersebut untuk mencabut laporannya.

"Masyarakat jelas berharap, agar penanganannya cepat. Apalagi selalu mendapatkan intervensi pejabat Bintan. Kalau terlalu lama, bisa jadi masyarakat beranggapan proses hukum  tidak berjalan atau diam-diam sudah dipetieskan," dia menduga. 

Herry menambahkan, masyarakat berharap polisi bekerja secara profesional. Menurutnya, jika adanya dugaan kasus korupsi di masjid tersebut, bukan tidak mungkin terjadi juga pada pembangunan masjid-masjid lainnya.

"Kalau memang memungkinkan, bila perlu seluruh rumah ibadah yang mendapatkan kucuran dari APBD atau lainnya, diselidiki oleh penegak hukum," harapnya.

Hal senada disampaikan Andi  Masdar Pararenge, tokoh pemuda Bintan Utara lainnya. Dia berharap polisi tak surut mengusut seluruh kasus jika mencium aroma korupsi di Bintan. 

"Kita berharap agar seluruh kasus yang bearoma korupsi bisa segera diusut hingga tuntas oleh pihak kepolisian. Terutama yang menyangkut masalah rumah ibadah, karena sudah ada contoh. Bisa jadi rumah ibadah lain pun ada permasalahan yang sama," imbuhnya. (*)

Editor: Dodo