Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Indonesia Perluas Distribusi Vaksin ke Timur Tengah, Biofarma Jalin Kerja Sama dengan Arabio
Oleh : Redaksi
Rabu | 26-02-2025 | 15:24 WIB
vaksin-RI.jpg Honda-Batam
Kunjungan Kementerian Kesehatan Arab Saudi ke Indonesia, sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan dengan PT Biofarma, Selasa (25/2/2025). (Kemenkes)

BATAMTODAY.COM, Bandung - Indonesia semakin memperluas distribusi vaksin ke Timur Tengah melalui kerja sama strategis dengan perusahaan farmasi Arab, Arabio. Langkah penting ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum Saling Pengertian (MoU) antara PT Biofarma dan Arabio dalam upaya meningkatkan kapasitas produksi dan distribusi vaksin di kawasan tersebut.

Dirjen Farmasi dan Alat Kesehatan, Lucia Rizka Andalusi, mengungkapkan kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat industri vaksin Indonesia di pasar global. Penandatanganan MoU ini berlangsung dalam kunjungan Kementerian Kesehatan Arab Saudi ke Indonesia, sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan dengan PT Biofarma, Selasa (25/2/2025).

Sebagai salah satu produsen vaksin terbesar di dunia, Biofarma telah mendistribusikan produknya ke lebih dari 150 negara. Dengan adanya kerja sama ini, PT Biofarma diharapkan dapat memperluas jangkauan distribusinya melalui pembangunan fasilitas produksi vaksin di Arab Saudi. Fasilitas ini nantinya akan memasok vaksin untuk negara-negara Timur Tengah dan sekitarnya.

Selain itu, Pemerintah Arab Saudi baru saja meluncurkan program pendanaan untuk mendukung inisiatif PBB dalam pemberantasan polio. Salah satu kontribusi utama dalam program ini adalah suplai vaksin polio dari Biofarma, yang diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi guna mendukung eradikasi penyakit tersebut.

Direktur Utama PT Biofarma, Shadiq Akasya, menyampaikan harapannya agar kerja sama ini dapat berjalan dengan lancar dan semakin memperkuat posisi Biofarma di pasar global. "Kami berharap, kerja sama ini tidak hanya memperluas distribusi vaksin kami, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat," ujarnya, demikian dikutip laman Kemenkes.

Selain fokus pada vaksin, kerja sama dengan Arabio juga mencakup transfer teknologi untuk produksi vaksin lainnya, termasuk vaksin dasar bagi anak-anak. Proses transfer teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas vaksin yang diproduksi PT Biofarma serta mempercepat distribusinya ke negara-negara lain.

Sebagai bagian dari kunjungan, delegasi Kementerian Kesehatan Arab Saudi juga mengunjungi Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Bandung. Mereka diperkenalkan dengan Laboratorium OSCE Keperawatan, yang digunakan untuk menguji kompetensi mahasiswa dalam praktik keperawatan melalui Ujian Objective Structured Clinical Examination (OSCE).

Laboratorium ini memiliki fasilitas canggih untuk menguji kemampuan mahasiswa dalam berbagai prosedur medis. Kunjungan ini juga mencakup diskusi tentang potensi kerja sama antara institusi pendidikan kesehatan di Indonesia dan Arab Saudi.

Poltekkes Kemenkes Bandung memiliki delapan jurusan dengan total 20 program studi, termasuk tiga kelas internasional yang berfokus pada Jepang, Jerman, dan Timur Tengah dengan pembelajaran bahasa Arab. Program ini diharapkan dapat mempererat hubungan kerja sama antara kedua negara dalam bidang pendidikan kesehatan.

Kedua pihak berharap dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan pelatihan keperawatan guna mencetak tenaga medis yang kompeten dan berkualitas di kawasan Timur Tengah.

Editor: Gokli