PKP
Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Limbah Minyak di Perairan Belakangpadang, Siapa yang Bertanggung Jawab?
Oleh : Hendra Mahyudi
Minggu | 17-11-2019 | 14:04 WIB
limbah-minyak-di-belakangpadang.jpg honda-batam
Beginilah penampakan limbah minyak di Perairan Belakang Padang. Siapa yang Bertanggung Jawab? (Foto: Ist)

BATAMTODAY.COM, Batam - Tumpahan minyak di perairan Belakang Padang, Kota Batam, hampir setiap tahun selalu terjadi. Kawasan laut perairan Selat Malaka tersebut seolah-olah menjadi korban wajib permainan tangan-tangan tak bertanggung jawab yang membuang limbah sembarang.

Meski baru berselang 4 hari kedatangan Eddy Prabowo, Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia ke Batam yakni, Rabu (13/11/2019). Persoalan pencemaran laut melalui pembuangan minyak kembali menjadi polemik tak berkesudahan.

"Siapapun yang ditunjuk menjadi aparat penegak hukum tidak pernah bisa menuntaskan kasus ini," ujar Azhari, salah seorang warga Belakang Padang.

"Ketidak beranian aparat di negeri ini, atau ketidak cerdasannya dalam menangani persoalan, atau memang mafia limbah yang terlalu cerdik," tambahnya.

Apa yang diucapkannya bisa jadi persoalan ortodoks dalam penanganan kasus ini. Karena nyatanya pencemaran laut melalui limbah minyak telah sering terjadi, namun selalu begitu, tak pernah bisa berhenti.

Orang-orang banyak menilai, polemik limbah minyak di lautan seumpama akhir dari setiap cerita penutup tahun. Meski sudah difasilitasi dengan berbagai perlengkapan dan komitmen untuk menumpasnya, namun tidak ada satupun aktor dari lingkup terkecil hingga terbesar yang bisa diungkap oleh aparat di negeri sebagai dalangnya.

"Dan kami rakyatlah (nelayan) pesisir lah yang menjadi korban. Masuk dalam tema awal rakyat harus menjaga kebersihan laut, biarlah yang mengotori cukup para mafia kelas kakap yang tak pernah kejahatannya bisa diungkap," tutup Azhari.

Kekesalan ini tak hanya persoalan Azhari semata, banyak warga lainnya yang mulai merasa persoalan limbah minyak di lautan ini penting. Meski narasi-narasi membosankan pemerintah perihal jaga kelestarian lautan terus digaungkan.

Namun yang menjadi persoalan adalah bukan kepada warga, akan tetapi pada tangan-tangan tak bertanggungjawab yang tentunya berasal dari lingkup elite lebih besar.

Editor: Dardani