PKP
Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

ATB Kembali Minta Pemerintah Fokus Terhadap Ketersediaan Air Baku
Oleh : Nando Sirait
Kamis | 10-10-2019 | 17:28 WIB
Dam-Duriangkang-menyusut2.jpg honda-batam
Ilustrasi Dam Duriangkang menyusut. (Foto: Dok Batamtoday.com)

BATAMTODAY.COM, Batam - Isu pengakhiran kerjasama antara PT Adhya Tirta Batam (ATB) dengan Badan Pengusahaan (BP) Batam kini kembali menjadi perbincangan hangat. Mengingat akhir konsesi antara kedua instansi ini akan berakhir pada tahun 2020 mendatang.

Menanggapi hal ini Head of Secretary PT ATB, Maria Y. Jacobus menuturkan bahwa saat ini sebaiknya seluruh elemen masyarakat dan pemerintah. Sebaiknya tidak hanya fokus terhadap satu isu saja, namun juga memperhitungkan mengenai ketersediaan air baku yang ada saat ini.

"Memang saat ini Batam memiliki 5 Dam yang difungsikan maksimal. Namun ini tidak akan bertahan lama, dimana pada 2020 mendatang kita akan kembali mengalami krisis air bersih kembali," ujarnya, Kamis (10/10/2019).

Saat kembali ditanyakan mengenai akhir konsesi, Maria mengaku pihaknya tidak ingin mengambil pusing perihal permasalahan konsesi ini walau sejatinya hampir memasuki masa injury time.

"Tahun mendatang akan habis secara kontraktual jawabannya iya. Kami tentu tunduk dan patuh terhadap aturan kontraktual itu," tegasnya.

Namun hal yang membuat kekhawatiran saat ini, diakuinya lebih dengan jumlah ketersediaan air baku di Kota Batam. Dimana ketersediaan air baku di Batam hanya mencapai 10 persen saja.

Dengan persentase demikian, dia mengakui hal ini tentu tak cukup memenuhi sebanyak 1,2 juta pertumbuhan penduduk di Batam sendiri.

"Bayangkan, 800 sambungan setiap bulannya di beberapa daerah. Batam centre dan Batu Aji paling tinggi untuk sambungannya. Apalagi di Batam ini hanya bergantung dari Rain Fall (Curah Hujan), jika cuaca panas tentu ketersediaan air di Batam memprihatinkan," ungkapnya.

Maria mengatakan, untuk seluruh stakeholders jangan sampai terlena hanya dengan pengakhiran konsesi pengelolaan air bersih semata. Akan tetapi turut diikuti dengan merampungkan bagaimana mengentaskan permasalahan ketersediaan air baku di Batam.

Editor: Yudha