PKP
Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Jangan Ada PHK di Krakatau Steel, Banyak Jalan Selamatkan Nasib Karyawan
Oleh : Redaksi
Jumat | 05-07-2019 | 14:55 WIB
demo-karyawan-ks.jpg honda-batam
Ribuan karyawan PT KS saat menggelar aksi demo. (Foto: Ist)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Pengelolaan Krakatau Steel (KS) sudah salah sejak rezim SBY mengawinkan KS Dan POSCO, perusahaan dari Korea Selatan yang dalam kerjasama, ternyata sangat merugikan KS.

"Ini pernah saya ingatkan saat akan bekerja sama di mana akan merugikan KS dan negara serta bisa meyebabkan PHK besar besaran," ujar Arief Poyuono, Waketum DPP Gerindra, Jum'at (5/7/2019).

Kerjasama KS Dan POSCO banyak menguntungkan Posco dan antek antek SBY yang saat itu menjadi negosiatornya. Malah Ada antek SBY yang memiliki saham kepemilikan under table di kerja sama Posco Dan KS

"Kangmas Joko Widodo harus selamatkan KS Dan karyawannya, karena KS itu BUMN yang Punya sejarah panjang yang dibangun oleh oleh cita cita Besar Bung Karno untuk mendukung pembangunan nasional," tegas Arief Poyuono.

Program Joko Widodo dalam pembangunan Infrastruktur banyak diperlukan produk produk dari KS, lanjut Arif Poyouno, jadi tinggal gampang Aja kok semua proyek proyek Infrastruktur yang dibangun negara harus mengunakan produk produk PT KS yang Mana produknya jauh lebih berkualitas dibandingkan produk produk sejenis yang di impor selama ini untuk pembangunan Infrastruktur

Hal ini pernah dilakukan oleh Amerika Serikat ketika membangun Infrastruktur dengan menguasai dan mendirikan pabrik Baja Dan besi oleh negara dan menjadi supplier Utama untuk Bahan pembangunan Infrastruktur Amerika serikat ,begitu Juga China Dan eropah melakukan Hal yang sama dimana pengunaan besi Dan Baja untuk bangun Infrastruktur di ambil dari pabrik pabrik Baja Dan besi milik negara.

"Dengan Demikian pasar produk besi dan Baja PT KS tidak bisa disaingi oleh produk besi Baja impor. Pemerintah pelan pelan harus melakukan delisting PT KS dari Bursa saham agar menjadi perusahaan tertutup kembali yang sahamnya di miliki oleh negara. Karena itu kami berharap tidak Ada PHK di KS," pungkasnya.

Editor: Dardani