Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Nama Baru di Panama Papers Babak Dua
Oleh : Redaksi
Selasa | 10-05-2016 | 09:26 WIB
marinawolker10.jpg Honda-Batam

Marina Walker Guevara dari International Consortium of Investigative Journalists (ICIJ). (Foto: Reuters)

Data-data yang berasal dari firma hukum Mossack Fonseca di Panama kali ini jauh lebih banyak dari yang diumumkan April lalu. Data-data itu mencakup informasi tentang perusahaan cangkang, perserikatan, yayasan dan dana dari lebih 200 negara, yang diinvestasikan di 21 negara atau wilayah bebas pajak lainnya, mulai dari Hong Kong, Virgin Islands, Inggris hingga ke Nevada di Amerika.

Dalam data yang dirilis itu, publik bisa mengkaji dan melihat langsung daftar panjang jaringan yang melibatkan ribuan entitas perusahaan offshore, termasuk arsip-arsip internal Mossack Fonseca tentang siapa pemilik sesungguhnya perusahaan offshore tersebut. Meskipun demikian ICIJ tidak merilis data pribadi, seperti catatan akun bank dan transaksi keuangan, email dan berbagai bentuk korespondensi lain, serta nomor paspor dan nomor telepon. Namun hal ini sudah cukup membuat banyak pihak di dunia was-was.

Pengumuman pertama April lalu membuat Perdana Menteri Islandia Sigmundur Gunnlaugsson dan Menteri Perindustrian Spanyol Jose Manuel Soria mengundurkan diri beberapa hari setelah namanya disebut dalam dokumen itu. Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif juga langsung membentuk tim penyelidik independen untuk menyelidiki anak-anaknya yang diindikasikan membeli real-estat di London lewat beberapa perusahaan bayangan di luar negeri.

Sementara Perdana Menteri Inggris David Cameron dikecam keras karena mendiang ayahnya, Ian Cameron, termasuk dalam bocoran itu. David Cameron kemudian mengakui bahwa ia dan istrinya, Samantha, sempat mendapat keuntungan dari investasi saham di Blairmore Holdings yang berkantor di Bahama, namun telah menjual saham itu beberapa bulan sebelum menjadi perdana menteri. Belum lagi sejumlah teman Presiden Rusia Vladimir Putin yang dituduh melakukan pencucian uang.

Menurut Wakil Direktur ICIJ Marina Walker Guevara yang diwawancarai VOA Senin pagi, dampak pengumuman kedua ini bisa jadi jauh lebih dahsyat. "Saya kira informasi paling dahsyat adalah kami mengembalikan kekuasaan ke tangan warga," ujarnya.

Namun Marina enggan menjawab siapa nama-nama besar yang ada dalam pengumuman babak kedua ini. "Saya tidak tahu siapa saja nama besar yang dimaksud karena kini kami melibatkan warga.Yang diumumkan itu hanya informasi awal. Tergantung pada Anda untuk membantu kami menyelidikinya lebih lanjut. Kami berharap dalam fase ini, proyek tersebut akan memicu keterlibatan warga, yang kemudian kami tindaklanjuti dengan dokumen-dokumen," tambahnya.

Marina Walker Guevara ikut mengorganisir lebih dari 370 wartawan dari lebih 100 media di 80 negara untuk menyelidiki dokumen-dokumen tersebut sejak lama. Informasi pertama yang dirilis awal April lalu mencakup 140 politisi, termasuk 12 pemimpin dan mantan pemimpin dunia, bilyuner, bintang olahraga, penyelundup narkoba dan anggota mafia.

Ada pula sedikitnya 33 orang dan perusahaan yang masuk dalam daftar hitam pemerintah Amerika karena dinilai telah berbisnis dengan mafia narkoba atau dengan negara-negara yang kerap melanggar hukum internasional dan menimbulkan ancaman terhadap keamanan negara lain, seperti Iran dan Korea Utara.

Expand