Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Nah Loh, Hubungan Seks Bisa Tularkan Virus Zika
Oleh : Redaksi
Rabu | 03-02-2016 | 08:36 WIB
zika_by_reuters.jpg Honda-Batam
Pengasapan untuk membunuh nyamuk penyebar virus zika. (Foto: Reuters)

BATAMTODAY.COM, New York - Kasus virus Zika yang ditularkan lewat hubungan seks ditemukan Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) setelah menangani seorang pasien di Kota Dallas, Negara Bagian Texas.


Aparat Amerika Serikat menemukan sebuah kasus virus Zika yang ditularkan lewat hubungan seks, bukan melalui gigitan nyamuk.

Temuan itu diumumkan Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) setelah menangani seorang pasien di Kota Dallas, Negara Bagian Texas.

Kepada BBC, Anne Schuchat selaku wakil direktur CDC mengatakan pasien tersebut tidak bepergian ke daerah yang dijangkiti virus Zika. Namun, pasangannya baru saja kembali dari Venezuela. Menurut Schuchat, kasus seperti ini baru pertama kali terjadi.

“Kami tidak yakin (virus) ini ditularkan melalui gigitan nyamuk, tapi kami yakin ini ditularkan lewat kontak seksual,” kata Schuchat.

Setelah kasus itu ditemukan, CDC mengeluarkan imbauan kepada semua warga untuk menghindari virus Zika dengan ‘mencegah tergigit nyamuk DAN menghindari paparan sperma dari seseorang yang terimbas virus Zika’.

Alaka Basu yang merupakan pejabat senior UN Foundation mengatakan kasus di Dallas signifikan jika memang virus Zika ditularkan melalui hubungan seksual.

“Signifikansinya paralel dengan kasus HIV/AIDS. Bahkan (virus Zika) lebih buruk dalam beberapa hal, karena ada dua cara penularan,” kata Basu.

Pemerintah Brasil mengaku tengah menyelidiki 3.670 kasus microcephaly atau penyusutan otak yang terjadi pada bayi. Microcephaly diduga terkait dengan virus Zika.

Kasus di Dallas adalah penularan virus Zika pertama yang terkonfirmasi di daratan Amerika Serikat, walau di Negara Bagian Texas saja ada tujuh kasus lainnya yang diduga berhubungan dengan virus Zika. Ketujuh kasus itu melibatkan perjalanan luar negeri.

Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, menyatakan penyakit yang terkait dengan virus Zika di Amerika Latin sebagai keadaan darurat kesehatan global yang memerlukan tanggapan terpadu.

Sejumlah pakar bahkan memperingatkan bahwa virus Zika berpotensi menimbulkan ledakan pandemi.
Selain di AS, virus Zika telah sampai di Australia. Pemerintah Australia mengatakan ada dua kasus yang telah dikonfirmasi. Kedua kasus melibatkan dua warga Sydney yang baru saja kembali dari Karibia.

Kemudian di Brasil, negara yang paling banyak mengalami kasus virus Zika, terdapat 404 kasus yang telah dikonfirmasi. Jumlah itu meningkat dari 270 kasus, pekan lalu.

Pemerintah Brasil mengaku tengah menyelidiki 3.670 kasus microcephaly atau penyusutan otak yang terjadi pada bayi. Microcephaly diduga terkait dengan virus Zika.

Kementerian kesehatan Brasil menyebut terdapat 76 kematian pada bayi yang diduga disebabkan microcephaly, baik dalam kandungan maupun sesaat setelah dilahirkan. (Sumber: BBC Indonesia)

Editor: Dardani