Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Lima Hal yang Perlu Anda Ketahui Tentang Virus Zika
Oleh : Redaksi
Sabtu | 30-01-2016 | 11:24 WIB
nyamuk aedes aegypti.jpg Honda-Batam
Nyamuk Aedes aegypti.

BATAMTODAY.COM - Virus zika sedang sangat hit karena menjadi tersangka kelainan saraf pada janin dan gangguan kesehatan lainnya. Virus ini menyebar cepat dari Amerika Latin, ke Amerika Serikat hingga dikhawatirkan menyeberang ke Asia. 

Virus Zika yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti, kini telah menyebar hingga ke 24 negara. Centers for Disease Control and Prevention di AS mengeluarkan peringatan supaya ibu-ibu hamil tidak dulu pergi ke negara-negara tersebut. Ke-24 negara tempat virus berjangkit mengeluarkan imbauan agar para wanita jangan dulu hamil sebelum wabah  teratasi.

Menakutkan? Bisa jadi. Tapi yang paling penting, kita yang di sini, waspada dengan cara menggali pengetahuan tentang virus itu dan cara melindungi diri serta keluarga. Inilah lima hal mendasar yang sepatutnya Anda pahami tentang virus Zika. Baca: Vaksin Virus Zika akan Ditemukan 10 Tahun Lagi

1. Apa itu Zika dan mengapa membahayakan?
Virus Zika adalah sejenis flavivirus, masih satu keluarga dengan demam kuning, chikungunya dan demam berdarah. Hingga saat ini, belum ada vaksin  yang bisa mencegah penyebaran dan obat untuk menyembuhkan virus Zika. 

Zika jadi bahan pembicaraan karena diduga menjadi penyebab mikrosefalus, gangguan saraf yang menyebabkan bayi lahir dengan ukuran kepala lebih kecil dari seharusnya. Kondisi ini menyebabkan gangguan tumbuh kembang dan kadang berujung kematian.

Sejak November lalu, tercatat ada 4.180 kasus mikrosefalus yang terkait dengan Zika di Brasil. Padahal pada 2014, hanya ada 146 kasus dengan 51 kematian.

Satu bayi di Hawaii lahir dalam kondisi mikrosefalus setelah ibunya kembali dari Brasil. Di Illinois AS, dua wanita hamil terinfeksi Zika setelah kembali dari Amerika Latin.
Wabah lain dalam skala kecil karena Zika adalah sindrom Guillain-Barre, gangguan autoimun yang sangat jarang terjadi dan bisa mengancam nyawa. 

2. Bagaimana penyebaran virus Zika? Bagaimana gejalanya?
Virus menyebar saat nyamuk Aedes menggigit seseorang yang sudah terinfeksi lalu menggigit orang yang lain. Pada kebanyakan orang, gejalanya adalah demam, sakit kepala, ruam dan mata merah. Faktanya 80 persen penderita tidak tahu bahwa mereka terinfeksi virus Zika. 

Ibu hamil harus waspada karena sudah terbukti bahwa Zika mampu menembus cairan ketuban. "Infeksi pada janin bukan hal yang baru. Tapi, infeksi Zika pada janin baru sekarang ini terjadi, " kata Dr. Lyle Petersen, direktur CDC's Division of Vector-Borne Diseases.

Menurut CDC, ada juga kasus  penularan virus selama persalinan, transfusi darah, paparan laboratorium dan kontak seksual. Zika juga  telah ditemukan dalam ASI, tapi belum terkonfirmasi apakah virus itu bisa menular ke bayi lewat ASI. Sejauh ini, baru ditemukan dua kasus penularan Zika lewat hubungan seks. 

3. Negara mana saja yang terkena Zika? 
Barbados, Bolivia, Brazil, Cape Verde, Colombia, Dominika, Ekuador, El Salvador, French Guiana, Guadeloupe, Guatemala, Guyana, Haiti, Honduras, Martinique, Meksiko, Panama, Paraguay, Puerto Rico, Saint Martin, Suriname, Samoa, Amerika Serikat. Menurut CDC, kasus di Amerika terjadi dari penduduk yang pergi ke Amerika Latin dan tertular di sana.

 4. Apa yang bisa saya lakukan untuk melindungi diri dari Zika?
Hindari pergi ke daerah terinfeksi. Jaga kebersihan di rumah agar nyamuk tidak bersarang; bersihkan dan keringkan air yang tergenang, tutup bak air, gunakan losion antinyamuk, semprot seluruh ruangan di waktu sore lalu tutup ruangan itu, gunakan pakaian tertutup, dan pemakaian pendingin ruangan terbukti dapat mengurangi jumlah nyamuk yang berkeliaran. Adakan penyemprotan untuk.membasmi nyamuk dan jentiknya secara berkala di lingkungan rumah Anda masing-masing.

5. Bagaimana menghentikan penyebaran Zika?
Saat ini, para ahli sedang giat meneliti dan berupaya menciptakan vaksin untuk mencegah infeksi Zika. Sebelum vaksin ditemukan, sebaiknya Anda melindungi diri dengan cara di atas. Ingatkan pengelola kantor atau hotel (jika Anda sedang menginap di hotel) untuk tidak membiarkan ada air tergenang walau itu hanya di pot bunga.

Sumber: meetdoctor.com