Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Inflasi Pengaruhi Pertumbuhan Properti Asia
Oleh : Andri Arianto
Kamis | 28-04-2011 | 16:04 WIB

Batam, batamtoday - Peningkatan inflasi hampir di seluruh negara wilayah Asia dipastikan menjadi tantangan terbesar bagi pertumbuhan properti di tahun 2011 dengan estimasi pengaruh kenaikan harga properti mencapai 5,3 persen.

Hal tersebut dikemukakan Dato' Alan Tong, Board Chairman of FIABCI Asia Pasific Regional Secretariat dalam momen Musyawarah Daerah (Musda) Realestat Indonesia (REI) Batam, Kamis 28 April 2011 di sebuah hotel di Batamcenter.

Dikatakan Alan Tong, peningkatan harga tersebut memang diprediksi akan bergeser menurun berkisar 4,5 persen pada tahun 2012 dengan pertimbangan tingkat inflasi yang mulai digesa masing-masing pemerintah negara se-Asia.

Berdasarkan laporan terbaru Asia's Development Bank (ADB) kata Alan, pertumbuhan ekonomi Asia akan mengalami peningkatan menuju angka delapan persen selama dua tahun ke depan, mengingat kawasan Asia terus-menerus aktif mengalami program pemulihan.

"Namun kita mesti ingat bahwa harga pangan yang meningkat seiring kenaikan harga minyak mentah justru bisa menurunkan pendapatan perkapita setiap orang," katanya mengingatkan.

Saat ini, Alan mengatakan sebanyak 45 industri properti baru tengah berkembang meski tidak termasuk Jepang pasca Tsunami.

Pertumbuhan industri properti tersebut akan tumbuh sebesar 7,8 persen pada tahun 2011 dan 7,7 persen pada tahun 2012.

Asia kata Alan termasuk kuat dan telah menunjukkan ketahanannya terhadap seluruh resesi global, sekarang konsolidasi khususnya dua daerah raksasa - republik rakyat cina dan india - mereka akan terus mengangkat pertumbuhan regional dan global.

Dalam catatannya, disebutkan negara-negara Asia yang sedang berkembang adalah rumah dua pertiga penduduk miskin di dunia - sekitar 600 juta orang yang cenderung untuk menghabiskan lebih dari pendapatan mereka pada makanan dan akan memukul keras oleh kenaikan harga pangan. ini memperluas ketimpangan pendapatan yang berpotensi menimbulkan ketegangan sosial.

Struktur ekonomi sebuah negara lanjut Alan selalu berkutat pada  masalah utang di negara-negara yang menggunakan mata uang bersama euro dan Jepang pemulihan dari bencana gempa bumi 11 Maret dahsyat dan tsunami adalah ancaman lainnya pergi pertumbuhan.


"Dampak pada sisa asia akan dicampur, karena beberapa negara manfaat dari ekspor yang lebih tinggi dari barang bekas dalam membangun kembali, sementara orang lain melihat permintaan berkurang karena gangguan produksi," katanya.