Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Aplikasi e-Reader Permudah Penyandang Disleksia Membaca
Oleh : Redaksi
Kamis | 19-09-2013 | 11:35 WIB
thiaTr4F8k94pnDG.jpg Honda-Batam
Aplikasi e-reader.

BATAMTODAY.COM, Washington - Aplikasi e-reader telah populer sebagai aplikasi alternatif yang mudah untuk membaca buku dibanding cara tradisional. Namun, peneliti di Smithsonian, Washington, Amerika Serikat, menemukan manfaat lain dari aplikasi tersebut, selain hanya memudahkan dan memberi kenyamanan bagi pembaca buku.


Dalam laporan yang diterbitkan di jurnal PLos ONE, Rabu, tim menemukan bahwa ketika e-reader yang diatur untuk menampilkan beberapa kata per baris, beberapa orang penyandang disleksia (kesulitan membaca atau mengeja) dapat membaca lebih mudah, cepat, dan cepat paham.

Pada beberapa kasus, elemen disleksia disebut sebagai defisit perhatian visual (visual attention deficit). Hal ini ditandai oleh ketidakmampuan seseorang untuk berkonsentrasi pada huruf dalam kata-kata, atau kata-kata dalam baris teks. 

Unsur lain dikenal sebagai crowding visual atau kegagalan untuk mengenali huruf ketika dihadapi kata-kata yang berantakan (seperti kuis mencari kata dari permainan game skrambel). Menggunakan short line pada e-reader ini dapat meringankan masalah penyandang disleksia dan meningkatkan kemampuan membaca mereka dengan mengurangi gangguan visual dalam teks.


"Setidaknya, sepertiga dari penyandang disleksia yang diuji memiliki masalah dengan perhatian visual ini, dan mereka dibantu dengan membaca pada e-reader, " kata Matthew H. Schneps , Direktur Laboratorium untuk Pembelajaran Visual di Smithsonian Astrophysical Observatory dan penulis utama penelitian.

"Bagi mereka yang tidak memiliki masalah ini, penelitian menunjukkan bahwa cara menampilkan teks pada aplikasi ini lebih baik dibanding cara tradisional," katanya, seperti dilansir Science Daily.

Sebuah studi sebelumnya, Schneps melacak gerakan mata siswa penyandang disleksia saat mereka membaca. Penggunaan short line pada e-reader ternyata mampu meningkatkan efisiensi dari gerakan mata. 

Studi kedua ini meneliti peran kecil pembaca "perangkat genggam" (iPad, tablet, atau melalui smartphone)secara komprehensif, dan menemukan bahwa dalam banyak kasus perangkat itu tidak hanya meningkatkan kecepatan dan efisiensi, tetapi meningkatkan kemampuan pembaca disleksia untuk memahami makna teks.

Tim menguji pemahaman dan kecepatan membaca pada 103 siswa penyandang disleksia yang menghadiri Landmark High School di Boston. Mereka diminta membaca di atas kertas dan dengan membaca melalui aplikasi e-reader pada perangkat genggam, yang dikonfigurasi untuk dua sampai tiga kata setiap baris teks. 

Penggunaan e-reader secara signifikan meningkatkan kecepatan dan pemahaman mayoritas siswa. Pengucapan siswa penyandang defisit perhatian visual paling diuntungkan saat membaca teks pada perangkat genggam dibandingkan di atas kertas. 

Layar kecil pada perangkat genggam menampilkan beberapa kata (versus selembar kertas penuh) diyakini bisa mempersempit fokus dan konsentrasi pembaca, yang mengontrol gangguan visual.

"Para siswa SMA yang diuji di Landmark memiliki keuntungan dari bertahun-tahun melalui remediasi yang luar biasa. Tetapi meskipun demikian, jika mereka memiliki defisit perhatian visual mereka akan kesulitan lagi, dan pendekatan ini (melalui e-reader) dapat membantu lagi, " kata Schneps.

"Penelitian kami menunjukkan bahwa e-reader membantu siswa penyandang disleksia melampaui batas-batas tersebut."

Temuan ini menunjukkan bahwa metode membaca ini dapat memberi intervensi yang efektif bagi perjuangan penyandang disleksia untuk membaca. Dan e-reader, bukan hanya teknologi gadget yang baru, tapi juga sebagai sumber daya pendidikan dan solusi bagi mereka penyandang disleksia. (*)

Editor: Dodo