Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Isu Penculikan Anak Resahkan Warga Karimun
Oleh : Khoiruddin Nasution
Rabu | 03-04-2013 | 14:29 WIB
penculikan_anak_ilustrasi.jpg Honda-Batam
Ilustrasi.

KARIMUN, batamtoday - Warga Karimun diresahkan dengan isu penculikan anak di bawah lima tahun (balita) dengan tujuan dimutilasi dan dijual organ tubuhnya ke negara tetangga.

Meski belum tentu kebenarannya, namun isu itu bahkan disampaikan para guru kepada siswanya, di sekolah masing-masing.

"Belum ada yang lapor mas," terang Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Irvan  Asindo Siagian, SH SIK melalui pesan singkat kepada batamtoday, Rabu (3/4/2013) menyikapi isu yang berkembang di Kabupaten Karimun ini.

Lebih jauh dijelaskan, agar masyarakat tetap menjaga ketertiban di lingkungannya. Bahkan jika masyarakat menemukan dan mengetahui tindak kriminal di lingkungannya, diimbau agar tidak segan-segan melaporkannya ke pihak kepolisian terdekat.

Sebelumnya, Aditya Rafqy (5) sepulang sekolah TK di bilangan Bukit Senang,  menyampaikan  kepada orangtuanya bahwa di sekolah, gurunya berpesan agar setiap murid berhati-hati.

"Kata Ibu Guru, jangan mau kalau ada orang yang memberi permen. Nanti diculiknya, terus tangan, kaki, kepala dipotong-potong. Lalu dimasukkan ke dalam kardus, habis itu dijual," kata anak TK itu dengan polosnya.

Mendengar itu, orang tua bocah tadi menyampaikan ke para tetangganya dan akhirnya isu itu cepat tersebar di Bumi Berazam ini.

Editor: Dodo.