Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Lusa, Kepala BNN Dijadwalkan ke Batam
Oleh : Ali
Senin | 01-04-2013 | 20:39 WIB
irjen_anang_iskandar.jpg Honda-Batam
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Inspektur Jenderal Polisi Anang Iskandar. (Foto: detik.com)

BATAM, batamtoday - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Inspektur Jenderal Polisi Anang Iskandar akan ke Batam untuk menghadiri rapat koordinasi antar pemangku kebijakan untuk pencegahan peredaran narkotika, Rabu (3/4/2013).


"Kepala BNN pusat direncanakan  akan datang menghadiri rapat koordinasi nanti pada Rabu (3/4/2013) di Mapolda Kepri," ujar Kepala BNNP Kepri Kombes Pol Benny Setiawan, Senin (1/4/2013).

Rapat koordinasi yang juga akan dihadiri Gubernur Kepri, Muhammad Sani dan Ketua BP Kawasan Mustofa Wijaya juga akan dihadiri Bea dan Cukai, Imigrasi dan lainnya, diharapkan dapat memberi masukan serta langkah-langkah bersama dalam meminimalisir peredaran narkotika di wilayah Kepri yang kerap kali dijadikan tempat transit oleh sindikat jaringan narkotika internasional.

Seperti yang disampaikan Beny, maupun Direktorat Reserse Narkoba Polda Kepri, rapat tersebut dilakukan untuk menyatukan misi mempersempit peredaran narkoba masuk ke Kepri melalui negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.

Namun demikian, tidak hanya perlu dilakukan pengamanan melalui jalur laut baik itu melalui pelabuhan-pelabuhan resmi maupun pelabuhan tikus, pengamanan lewat pintu masuk lintas udara juga pelu diperkuat dan dipercanggih alat pendukungnya.

"Seperti pengungkapan narkoba yang disampaikan bapak Kapolda (Brigjen Pol Yotje Mende) tadi, untuk dapat mengungkap rute akhir peredaran narkoba seberat 5,467 gram yang ditemukan oleh petugas kargo bandara beberapa waktu lalu diketahui dikirimkan melalui negara jiran, Malaysia ke Singapura yang kemudian dikirim ke Indonesia menggunakan 7 ekspedisi (pengiriman barang), baik internasional maupun nasional hingga berhasil mengamankan satu tersangka berinisial R," ujar Komisaris Besar Agus Rohmat, Direktur Reserse Narkoba Polda Kepri.

Sepertiiyang disampaikan Kapolda Kepri Brigadir Jenderal Polisi Yotje Mende, langkah pencegahan peredaran narkoba melewati jasa pengiriman, tidak hanya peabuhan maupun bandara yang memiliki mesin X-Ray, hal tersebut dapat juga bisa dilakukan melalui para ekspedisi.

"Sehingga, sebelum ekspedisi mengirimkan barangnya, sudah mengetahui terlebih dulu, bahwa ada barang yang akan dikirim merupakan barang yang dicurigai, sehingga dapat langung berkoordinasii dengan aparat terdekat," ujar Yotje Mende.

Di sisi lain, melalui data yang dihimpun Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepri atas perbandingan jumlah pengguna dengan jumlah penduduk pada tahun 2011 untuk wilayah Kepri tercatat 4,3% dengan jumlah pengguna mencapai 44,941 dari 1.045.136.

Dengan menempati posisi kelima untuk wilayah di seluruh Indonesia. Angka ini mengalami perubahan pada tahun 2012 dengan pengguna laki-laki mencapai 7,0% dan perempuan sebanyak 4,0% dengan menempati posisi ke 6.

Sehingga rapat koordinasi yang akan digelar oleh lintas instansi tersebut, diharap dapat menghasilkan solusi serta langkah-langkah nyata untuk memberantas narkoba dengan harapan Indonesia bebas Narkoba di tahun 2015 sesuai dengan target BNN.

Editor: Dodo