Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Lebih dari 20.000 Jemaah Haji Indonesia Tiba di Madinah
Oleh : Saibansah
Minggu | 26-04-2026 | 10:08 WIB
Jamaah_Haji_kepri.jpg Honda-Batam
Jemaah haji Indonesia saat mendarat di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz Madinah. (Foto: MCH PPIH Arab Saudi 2026)

BATAMTODAY.COM, Madinah-Arus kedatangan jemaah haji Indonesia di Madinah terus berlangsung hingga hari keenam operasional, Sabtu (25/4/2026).

Hingga pagi hari waktu Arab Saudi, sebanyak 52 kelompok terbang (kloter) dengan total 20.330 jemaah telah tiba melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz Madinah.

Dari jumlah tersebut, tercatat 3.972 jemaah merupakan lanjut usia (lansia). Secara umum, proses kedatangan berjalan lancar, mulai dari penyambutan di bandara, pemeriksaan dokumen, hingga pemberangkatan menuju hotel di Madinah.

Meski demikian, sejumlah kejadian terkait kesehatan jemaah turut menjadi perhatian. Seorang jemaah dilaporkan wafat, sementara beberapa lainnya mengalami gangguan kesehatan setibanya di Madinah.

Salah satu jemaah yang sakit adalah Mila Halim Azim (45) asal Embarkasi Makassar. Setibanya di bandara, ia langsung dirujuk menggunakan ambulans ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah untuk mendapatkan perawatan intensif. Hingga kini, kondisinya masih dalam pemantauan tim medis.

Selain itu, terdapat pula kasus jemaah yang tidak sadarkan diri saat tiba di bandara pada Sabtu pagi. Penanganan cepat dilakukan melalui kerja sama antara tim kesehatan Arab Saudi dan tim kesehatan haji Indonesia.

Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara PPIH Arab Saudi, Abdul Basir, mengatakan bahwa penanganan terhadap jemaah yang mengalami kondisi darurat dilakukan secara sigap oleh petugas.

Ia menambahkan, data terkait jemaah yang sakit maupun meninggal dunia secara keseluruhan akan dikonfirmasi lebih lanjut oleh tim KKHI Madinah.

Di sisi lain, Abdul Basir juga mengingatkan jemaah agar memperhatikan kesiapan ibadah sejak dalam perjalanan. Ia menyoroti masih adanya jemaah yang belum menunaikan salat wajib saat tiba di bandara, meski waktu salat hampir berakhir.

"Diharapkan jemaah yang turun dari pesawat sudah menyelesaikan salat fardhunya," ujarnya.

Dari aspek operasional, pengaturan rombongan sejak di bandara dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran layanan. Pembagian kelompok yang tertib membantu mempercepat proses mobilisasi jemaah menuju bus yang akan mengantarkan mereka ke penginapan.

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi terus memperkuat koordinasi antarpetugas, termasuk tim bandara, tenaga kesehatan, dan petugas lapangan lainnya. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh proses kedatangan berjalan aman dan tertib, terutama bagi jemaah lansia dan mereka yang membutuhkan perhatian khusus.

Jemaah juga diimbau untuk menjaga kondisi fisik, memperbanyak istirahat, serta menyesuaikan aktivitas ibadah selama berada di Madinah agar tetap dalam kondisi prima menjelang rangkaian ibadah haji berikutnya.

Editor: Dardani