Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Kemenhaj Ingatkan Jamaah Haji Indonesia Disiplin Bawa Dokumen
Oleh : Saibansah
Sabtu | 25-04-2026 | 16:28 WIB
Khalilurrahman.jpg Honda-Batam
Kepala Daerah Kerja Madinah Khalilurrahman. (Foto: MCH PPIH Arab Saudi 2026)

BATAMTODAY.COM, Makkah - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia menyiapkan ratusan hotel untuk mengakomodasi jamaah haji reguler pada musim haji 2026. Total sebanyak 177 hotel disiapkan sebagai akomodasi utama, ditambah lima hotel cadangan guna mengantisipasi kebutuhan tambahan.

Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah, Ihsan Faisal, mengatakan bahwa penyediaan hotel cadangan merupakan ketentuan yang harus dipenuhi setiap negara pengirim jamaah. Dari total tersebut, Indonesia menempatkan lima hotel cadangan yang berlokasi di wilayah Syishah.

Menurut Ihsan, ratusan hotel utama itu tersebar di sejumlah kawasan di Makkah, antara lain Syishah, Raudhah, Misfalah, Jarwal, dan Aziziyah. Seluruh hotel telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang, seperti mesin cuci dan area jemur, untuk mendukung kenyamanan jamaah selama menjalankan ibadah.

Ia menjelaskan, penempatan hotel cadangan di Syishah dipilih karena lokasinya dinilai strategis, terutama kedekatannya dengan area jamarat. Faktor ini diharapkan dapat mendukung kelancaran pergerakan jamaah, termasuk dalam penerapan skema tanazul yang direncanakan lebih dioptimalkan pada musim haji tahun ini.

Dengan kesiapan akomodasi tersebut, pemerintah berharap pelayanan bagi jamaah haji Indonesia di Makkah dapat berjalan lebih baik dan tertata.

Ada Pengecekan Dokumen Acak di Mekah

Ihsan juga mengingatkan kepada jemaah haji asal Indonesia agar senantiasa disiplin membawa dokumen resmi selama beraktivitas di Tanah Suci. Dokumen penting seperti Kartu Nusuk, visa, dan paspor harus melekat pada jemaah seiring dengan diperketatnya sistem keamanan oleh otoritas Arab Saudi.

Berdasarkan pantauan pada Kamis (23/4/2026), pihak keamanan Arab Saudi mulai melakukan pemeriksaan acak (random checking) terhadap para jemaah yang berada di kawasan strategis sekitar Masjidil Haram, Mekah.

Petugas menyasar kepada jemaah yang ada di terminal Jabal Alka'bah maupun di jalan-jalan menuju Masjidil Haram. Petugas keamanan menanyakan kepemilikan Kartu Nusuk maupun visa haji yang sah untuk memastikan legalitas keberadaan jemaah di area ibadah.

Kartu ini berfungsi untuk membedakan antara jamaah resmi dan ilegal, serta memuat informasi seperti nama, foto, tempat dan tanggal lahir, lokasi penginapan, dan data penting lainnya milik jemaah.

"Kartu nusuk yang dimiliki oleh seluruh jamaah itu harus dibawa ke mana-mana ya terutama beraktivitas di luar hotel ya atau di tempat ibadah seperti di Masjidil Haram atau di Masjid Nabawi karena itu akan menjadi syarat utama ya masuk atau menjadi akses ya syarat akses utama," tegas Ihsan.

Untuk musim haji 2026, distribusi Kartu Nusuk dilakukan lebih awal di embarkasi masing-masing sebelum jemaah bertolak ke Tanah Suci. Proses pemberian dan aktivasi kartu dilakukan oleh syarikah (perusahaan penyedia layanan haji) yang telah bekerja sama dengan pemerintah Indonesia.

"Kementerian Haji dan Umrah berkomitmen bahwa para jemaah Haji yang akan berangkat itu sudah mendapatkan kartu nusuk dan itu diberikan di embarkasi masing-masing bahkan sudah diaktivasi," tambah Ihsan.

Editor: Dardani