Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

KKP Perkuat SDM Kelautan Lewat Pelatihan Internasional KIOTEC di Jakarta
Oleh : Redaksi
Sabtu | 25-04-2026 | 13:08 WIB
KIOTEC.jpg Honda-Batam
Marine Survey Equipment Training (MSET) di kawasan Ancol, Jakarta Utara, sebagai bagian dari kerja sama Korea-Indonesia Integrated Ocean Fisheries Technology Training Center (KIOTEC). (KKP)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) kelautan melalui kolaborasi internasional. Salah satunya dengan menggelar Marine Survey Equipment Training (MSET) di kawasan Ancol, Jakarta Utara, sebagai bagian dari kerja sama Korea-Indonesia Integrated Ocean Fisheries Technology Training Center (KIOTEC).

Program pelatihan ini merupakan bagian dari inisiatif global UN Decade of Ocean Science for Sustainable Development dan masuk dalam aksi resmi bertajuk Korea–Indonesia Ocean Technology Capacity Enhancement Actions (KIOTEC-CEA). Kegiatan tersebut difokuskan pada peningkatan kapasitas profesional kelautan muda Indonesia atau Early Career Ocean Professionals (ECOP).

Sebanyak 40 mahasiswa magister dari sejumlah perguruan tinggi ternama, seperti Institut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor, Universitas Gadjah Mada, hingga Universitas Hasanuddin, mengikuti pelatihan intensif tersebut. Peserta mendapatkan pengalaman langsung dalam mengoperasikan peralatan oseanografi modern guna menjembatani kebutuhan teori dan praktik lapangan.

Pelatihan MSET mencakup pengukuran fisika kelautan, seperti penggunaan Acoustic Doppler Current Profiler (ADCP) untuk analisis arus laut dan Conductivity, Temperature, Depth (CTD) untuk memetakan profil kolom air. Selain itu, peserta juga mempelajari analisis geologi dan bentik melalui penggunaan grab sampler dan sieve shaker. Kegiatan ini mengombinasikan kuliah pakar nasional dan praktik berbasis data yang difasilitasi KIOTEC bersama BlueArc Global.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP), I Nyoman Radiarta, menyebut program KIOTEC sebagai langkah strategis yang sejalan dengan kebijakan nasional di sektor kelautan. "Program ini mendukung pengembangan budi daya perikanan, penguatan armada tangkap, serta pengelolaan sumber daya laut berbasis data. Semua itu membutuhkan SDM unggul dan data yang akurat, di mana KIOTEC memiliki peran penting," ujar Nyoman dalam keterangannya, Rabu (22/4/2026).

Ia menambahkan, di tengah tantangan global seperti perubahan iklim dan tekanan terhadap ekosistem laut, penguasaan teknologi menjadi kunci. "SDM kelautan harus adaptif, berbasis sains, dan mampu menghasilkan solusi berkelanjutan," tegasnya.

Manajer Proyek KIOTEC sekaligus Wakil Ketua IOC UNESCO, Park Hansan, menekankan pentingnya pengembangan kapasitas yang tidak hanya teknis, tetapi juga kolaboratif lintas disiplin. "Fokus KIOTEC adalah membentuk SDM yang mampu memahami kompleksitas laut dan menerjemahkan ilmu menjadi solusi nyata dalam menghadapi perubahan iklim, sistem pangan, dan keberlanjutan sumber daya laut," jelasnya.

Sementara itu, Asisten Deputi Peningkatan Daya Saing Sumber Daya Kelautan Kemenko Pangan, Yanti Permatasari, menegaskan bahwa penguatan SDM merupakan prioritas pemerintah dalam meningkatkan daya saing sektor kelautan. "Pelatihan ini adalah investasi jangka panjang untuk membangun kepemimpinan maritim Indonesia di tingkat global," ujarnya.

Sebagai informasi, KIOTEC diluncurkan pada 24 Februari 2026 di Jakarta sebagai bagian dari proyek Official Development Assistance (ODA) hasil kerja sama antara BPPSDM KP dan Ministry of Oceans and Fisheries Korea. Program ini juga diinisiasi oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi yang kini bertransformasi menjadi Kementerian Koordinator Bidang Pangan.

Melalui program tersebut, Indonesia memperoleh dukungan infrastruktur pelatihan, transfer teknologi, serta penguatan jejaring riset kelautan internasional.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menegaskan bahwa penguatan SDM berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci dalam mewujudkan kedaulatan pangan laut dan ekonomi biru yang berkelanjutan. Ia juga mendorong perluasan kolaborasi internasional guna mempercepat transformasi sektor kelautan Indonesia menjadi lebih modern dan kompetitif.

Editor: Gokli