Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Hari Bumi di Tanjung Uma, 1.700 Kg Sampah Diangkat dari Pesisir Batam
Oleh : Aldy
Sabtu | 25-04-2026 | 12:48 WIB
Batam-On-Global-Group.jpg Honda-Batam
Batam On Global Group bersama komunitas dan mahasiswa memungut sampah yang terselip di antara kayu penyangga rumah dan tepian laut Pesisir Tanjung Uma, dalam rangka memperingati Hari Bumi 2026, Sabtu (25/4/2026). (Foto: Aldy)

BATAMTODAY.COM, Batam - Pagi di pesisir Tanjung Uma, Sabtu (25/4/2026), semula berjalan seperti akhir pekan biasa. Perahu nelayan melintas di perairan, warga beraktivitas di rumah panggung, sementara sebagian lainnya beristirahat di hunian darat. Namun, di sela rutinitas itu, puluhan relawan tampak menyusuri garis pantai, memungut sampah yang terselip di antara kayu penyangga rumah dan tepian laut.

Aksi bersih pantai tersebut digelar untuk memperingati Hari Bumi 2026. Dalam beberapa jam, para relawan berhasil mengumpulkan sekitar 1,7 ton sampah dari tiga titik pesisir.

Kegiatan ini diinisiasi Batam On Global Group bersama komunitas dan mahasiswa. Sasaran utama adalah kawasan yang langsung berhadapan dengan laut, tempat limbah plastik, potongan kayu, hingga sampah rumah tangga kerap menumpuk.

Di balik geliat pembangunan modern Batam, Tanjung Uma menyimpan cerita panjang sebagai kampung tua yang telah ada jauh sebelum kota ini berkembang pesat. Rumah-rumah panggung yang berdiri menghadap Singapura menjadi ciri khasnya. Namun, pertumbuhan penduduk yang cepat turut membawa persoalan klasik: sampah.

Project Executive Batam On Global Group, Winda Sari, menyebut angka 1,7 ton sampah menjadi cerminan bahwa persoalan lingkungan di pesisir masih memerlukan perhatian serius. "Dari tiga titik yang dibersihkan hari ini, total sampah yang terkumpul mencapai sekitar 1,7 ton," ujar Winda di sela kegiatan.

Menurutnya, upaya menjaga kebersihan tidak cukup hanya melalui aksi bersih, tetapi juga membutuhkan perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah.

Usai kegiatan, para peserta mengikuti lokakarya pengolahan limbah plastik. Bersama mahasiswa, mereka belajar mengubah sampah menjadi produk sederhana bernilai guna, seperti gantungan kunci. "Harapannya, sampah tidak hanya berakhir sebagai limbah, tetapi bisa dimanfaatkan kembali," katanya.

Program ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang dijalankan sejak 2023. Sepanjang 2025, perusahaan tersebut telah menggelar 12 kegiatan serupa dengan total hampir 10 ton sampah berhasil dikumpulkan.

Aksi bersih pantai ini turut melibatkan Freedesi, Mapala Polibatam, serta PT Kladtek. Kolaborasi lintas elemen ini diharapkan memperkuat kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan pesisir.

Edukasi juga terus digencarkan, terutama kepada ibu-ibu dan anak-anak, agar terbiasa tidak membuang sampah sembarangan serta mulai mengenal cara sederhana mengelola limbah rumah tangga.

Di Hari Bumi ini, Tanjung Uma menyampaikan pesan sederhana: menjaga lingkungan bukan sekadar seremoni, melainkan kebiasaan yang harus dibangun bersama --dari garis pantai hingga kehidupan sehari-hari. "Harapan kami, kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan bisa tertanam di masyarakat. Saat ini kami fokus pada edukasi ibu-ibu dan anak-anak," tutup Winda.

Editor: Gokli