Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Semua Jamaah Haji Indonesia Menginap di Hotel Kawasan Markaziyah Madinah
Oleh : Saibansah
Sabtu | 25-04-2026 | 17:28 WIB
Zaenal-Muttaqin.jpg Honda-Batam
Kepala Seksi Akomodasi Daker Madinah, Zaenal Muttaqin. (Foto: Saibansah/J5NEWSROOM.COM)

BATAMTODAY.COM, Madinah - Seluruh jamaah haji Indonesia yang berada di Madinah dipastikan menempati hotel di kawasan markaziyah, yakni wilayah ring utama di sekitar Masjid Nabawi.

Kepala Seksi Akomodasi Daker Madinah, Zaenal Muttaqin, menjelaskan bahwa markaziyah merupakan kawasan paling strategis karena lokasinya sangat dekat dengan Masjid Nabawi.

"Markaziyah adalah wilayah ring A, wilayah utama di sekitar Masjid Nabawi. Seluruh jamaah haji Indonesia ditempatkan di daerah ini," ujar Zaenal saat ditemui di Madinah, Jumat (24/4/2026).

Menurut dia, kawasan markaziyah menjadi incaran seluruh negara pengirim jamaah haji karena kedekatannya dengan masjid. Namun, keterbatasan jumlah hotel membuat kapasitas di wilayah tersebut sangat terbatas.

Meski demikian, Indonesia berhasil menempatkan seluruh jamaah haji reguler, yang berjumlah sekitar 203.000 orang, di kawasan tersebut.

"Karena hotel terbatas dan semua negara ingin di markaziyah, kapasitasnya memang sangat terbatas. Tapi kita bisa mendapatkan itu untuk seluruh jamaah haji Indonesia," katanya.

Zaenal menambahkan, karakter hotel di kawasan markaziyah cukup beragam, baik dari segi tipe maupun kapasitas kamar.

"Ada kamar yang diisi dua orang, tiga, empat, dan seterusnya. Namun yang menjadi fokus utama adalah kedekatan dengan Masjid Nabawi," ujarnya.

Ia menekankan, kemudahan akses menjadi prioritas utama agar jamaah dapat melaksanakan ibadah salat di Masjid Nabawi tanpa kesulitan.

"Target kita, jamaah bisa berjalan kaki ke Masjid Nabawi tanpa bersusah payah, meskipun ada variasi dalam kapasitas kamar," kata dia.

Terkait layanan, Zaenal memastikan bahwa pihaknya membuka berbagai kanal pengaduan bagi jamaah yang mengalami kendala akomodasi.

Keluhan dapat disampaikan melalui tim di Daerah Kerja (Daker) Madinah, tim krisis, tim sigap, layanan WA Center, hingga aplikasi Kawal Haji.

"Semua laporan akan masuk dan langsung kami tindak lanjuti. Kami juga bekerja sama dengan tim sektor untuk menyelesaikan permasalahan jamaah," ujarnya.

Namun, ia mengakui bahwa tidak semua aduan dapat diselesaikan secara instan. Hal ini karena adanya koordinasi dengan pihak penyedia layanan di Arab Saudi, seperti pemilik hotel dan pengelola (majmuah).

"Kami harus komunikasikan dulu dengan pihak hotel atau majmuah. Jadi memang perlu proses dan waktu, tapi kami berusaha semaksimal mungkin memberikan layanan terbaik," kata Zaenal.

Editor: Dardani