Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

HPI Batam Gelar Retreat Pelatihan Calon Pramuwisata 2026, 51 Peserta Siap Kantongi Lisensi Resmi
Oleh : Roni Ginting
Jum\'at | 06-02-2026 | 09:48 WIB
DPC-HPI-BTM.jpg Honda-Batam
DPC HPI Kota Batam menyelenggarakan Retreat Pelatihan Calon Anggota Baru Periode ke-6 selama tiga hari, mulai 3 hingga 5 Februari 2026. (Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Batam - Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Pramuwisata Indonesia (DPC HPI) Kota Batam menyelenggarakan Retreat Pelatihan Calon Anggota Baru Periode ke-6 bertema "Mencetak Pramuwisata yang Unggul, Bertanggung Jawab, Handal, dan Profesional". Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 3 hingga 5 Februari 2026.

Pelatihan hari pertama dan kedua dilaksanakan di Restoran Dapur Pesisir, Lubuk Baja. Sementara itu, pada hari ketiga peserta mengikuti kegiatan outing sekaligus asesmen yang difasilitasi Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Lentera Kasih di Frana Cafe, kawasan Legenda Malaka.

Ketua DPC HPI Kota Batam, Lazuardi Pare, menyampaikan bahwa program tersebut merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam meningkatkan kualitas serta daya saing pramuwisata di daerah. "Dua hari kegiatan kita laksanakan di Dapur Pesisir. Pada hari ketiganya juga ada outing sekaligus assessment dari LPK Lentera Kasih sebagai lembaga pelatihan kerja resmi," ujar Lazuardi di Batam Centre, Kamis (5/2/2026).

Ia menjelaskan, jumlah pendaftar awal mencapai 60 orang. Namun, hanya 51 peserta yang mengikuti kegiatan hingga selesai karena sebagian mengundurkan diri dengan alasan pribadi.

"Dari 51 peserta ini, setelah mengikuti pelatihan mereka otomatis terdaftar sebagai anggota HPI. Selanjutnya akan kami daftarkan ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam untuk proses perizinan atau lisensi agar dapat bekerja sebagai pramuwisata," jelasnya.

Lazuardi menambahkan, para peserta juga akan memperoleh pembinaan lanjutan dan pelatihan berkala yang diselenggarakan oleh DPC HPI Kota Batam guna menjaga standar profesionalisme.

Sementara itu, salah satu peserta, Fery Aprilyanto, mengaku pelatihan tersebut memberikan manfaat besar bagi pengembangan kompetensinya di bidang kepemanduan wisata. "Saya sudah berkecimpung di dunia pariwisata sejak 2016. Ternyata masih banyak kesalahan dan kelemahan dalam cara saya memandu. Dari pelatihan ini saya belajar memperbaiki semuanya dan akan terus menambah wawasan," ujar Fery.

Editor: Gokli