Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

WNI Korban Penipuan Daring Datangi KBRI Phnom Penh, Lebih dari 3.100 Orang Minta Dipulangkan ke Indonesia
Oleh : Redaksi
Jum\'at | 06-02-2026 | 11:08 WIB
scam-kamboja.jpg Honda-Batam
Sejak 16 Januari 2026, tercatat sebanyak 3.167 WNI mendatangi KBRI Phnom Penh setelah keluar dari jaringan penipuan daring dan meminta fasilitasi kepulangan ke Indonesia. (Kemlu)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Jumlah warga negara Indonesia (WNI) yang melapor ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Phnom Penh terus meningkat setelah aparat Kamboja melakukan razia besar-besaran terhadap sindikat penipuan daring di Provinsi Svay Rieng dan sejumlah wilayah lainnya.

Sejak 16 Januari 2026, tercatat sebanyak 3.167 WNI mendatangi KBRI Phnom Penh setelah keluar dari jaringan penipuan daring dan meminta fasilitasi kepulangan ke Indonesia. Dari jumlah tersebut, lebih dari 2.100 laporan telah melalui proses asesmen awal, sementara angka kedatangan diperkirakan masih akan terus bertambah.

KBRI Phnom Penh bersama tim perbantuan dari Kementerian Luar Negeri serta Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan terus melakukan pendataan, verifikasi identitas, asesmen kasus, hingga penerbitan dokumen perjalanan sementara. Selain itu, KBRI juga aktif berkoordinasi dengan otoritas setempat guna mempercepat penanganan para WNI.

Hingga 2 Februari 2026, KBRI telah menerbitkan lebih dari 800 Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) bagi WNI yang tidak memiliki dokumen perjalanan. Selain itu, pihak kedutaan juga berhasil menegosiasikan keringanan denda keimigrasian bagi hampir 800 WNI, sementara proses serupa masih terus berjalan bagi lainnya.

Sejak 30 Januari 2026, sebanyak 45 WNI dilaporkan telah kembali ke Indonesia secara mandiri. Dalam beberapa minggu ke depan, sekitar 130 WNI lainnya juga telah menyiapkan tiket kepulangan setelah memperoleh dokumen perjalanan sementara maupun keringanan denda imigrasi.

Namun, tingginya permintaan tiket penerbangan komersial menyebabkan harga melonjak, sehingga banyak WNI belum dapat memastikan jadwal kepulangan. Kondisi ini memicu penumpukan di lokasi penampungan sementara yang dikelola KBRI bersama otoritas lokal.

"Saat ini tempat penampungan sementara telah dihuni lebih dari 1.200 WNI. KBRI akan terus mengupayakan agar kondisi di penampungan tetap kondusif. KBRI juga akan mempercepat proses deportasi agar para WNI dapat segera mengatur perjalanan kepulangan mereka," ujar Duta Besar RI untuk Kamboja, Santo Darmosumarto.

Dubes Santo juga mengingatkan WNI serta keluarga di Indonesia untuk mewaspadai pihak yang mengatasnamakan KBRI Phnom Penh dalam upaya penipuan. "Fasilitasi dari KBRI tidak dipungut biaya, kecuali biaya penerbitan dokumen perjalanan sesuai ketentuan yang berlaku," tegasnya.

Editor: Gokli