Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Enam Kebiasaan Sehari-hari yang Berisiko Merusak Mata, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini
Oleh : Redaksi
Rabu | 04-02-2026 | 10:08 WIB
rusak-mata.jpg Honda-Batam
Ilustrasi.

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Padatnya aktivitas harian kerap membuat masyarakat mengabaikan kesehatan mata. Padahal, mata merupakan indra vital yang menunjang hampir seluruh aktivitas, mulai dari bekerja, belajar, hingga berinteraksi. Tanpa disadari, sejumlah kebiasaan sehari-hari justru berisiko merusak mata dan menurunkan kualitas penglihatan secara perlahan.

Dokter spesialis mata, dr Joko Satrio, SpM, menjelaskan bahwa gangguan penglihatan tidak hanya dipengaruhi faktor usia atau penyakit tertentu, tetapi juga pola hidup dan kebiasaan yang dilakukan terus-menerus.

"Banyak pasien datang dengan keluhan yang sebenarnya berawal dari kebiasaan sederhana, seperti terlalu lama menatap layar atau kurang istirahat mata. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa berkembang menjadi gangguan serius," ujar dr Joko, dalam keterangan resmi KMN EyeCare, Rabu (4/2/2026).

Gangguan Mata yang Banyak Dialami Masyarakat

Menurut dr Joko, salah satu keluhan paling sering ditemui adalah sindrom mata kering. Kondisi ini terjadi ketika mata tidak memproduksi air mata dalam jumlah atau kualitas yang cukup, sehingga menimbulkan rasa perih, panas, gatal, hingga sensasi berpasir. Gangguan ini kini tidak hanya dialami lansia, tetapi juga anak-anak dan usia produktif akibat paparan layar gawai dan ruangan ber-AC.

Selain itu, mata lelah (astenopia) juga banyak dialami pekerja kantoran. Gejalanya meliputi mata terasa berat, penglihatan buram sementara, sulit fokus, hingga sakit kepala setelah bekerja dalam waktu lama di depan layar.

Gangguan lain yang kian meningkat adalah miopia atau rabun jauh, terutama pada anak dan remaja. Kebiasaan menggunakan gawai dalam jarak dekat dan minimnya aktivitas luar ruangan menjadi faktor utama. Jika tidak dikoreksi, miopia berisiko bertambah berat dan memicu komplikasi.

dr Joko juga menyebut astigmatisme, katarak, dan degenerasi makula sebagai gangguan penglihatan yang perlu diwaspadai. Katarak dapat menyebabkan penglihatan berkabut dan berujung kebutaan jika tidak dioperasi, sementara degenerasi makula mengganggu penglihatan sentral dan kualitas hidup penderitanya.

Enam Kebiasaan yang Merusak Kesehatan Mata

dr Joko mengungkapkan terdapat enam kebiasaan umum yang dapat memperburuk kesehatan mata apabila dilakukan secara terus-menerus.

Pertama, terlalu lama menatap layar komputer atau ponsel. Kebiasaan ini dapat memicu Computer Vision Syndrome dengan keluhan mata kering, perih, dan buram. Ia menyarankan penerapan aturan 20-20-20, yakni mengalihkan pandangan setiap 20 menit ke objek sejauh 6 meter selama 20 detik.

Kedua, penggunaan lensa kontak yang tidak sesuai aturan. Tidur dengan lensa kontak, jarang membersihkan, atau memakainya melebihi waktu anjuran dapat meningkatkan risiko infeksi serius seperti keratitis, bahkan kebutaan permanen.

Ketiga, mengabaikan kacamata hitam saat beraktivitas di luar ruangan. Paparan sinar ultraviolet berlebih dapat meningkatkan risiko katarak, degenerasi makula, hingga kanker mata.

Keempat, gaya hidup tidak sehat, seperti merokok, konsumsi alkohol, pola makan buruk, dan kurang tidur. Kebiasaan tersebut dapat mempercepat kerusakan retina dan menurunkan kualitas penglihatan.

Kelima, membaca sambil berbaring, yang memaksa mata bekerja lebih keras akibat sudut pandang dan jarak yang tidak ideal. Kebiasaan ini dapat menyebabkan mata cepat lelah dan meningkatkan risiko gangguan refraksi.

Keenam, membaca dengan pencahayaan yang buruk, baik terlalu redup maupun terlalu terang. Kondisi tersebut dapat menimbulkan silau, ketegangan mata, dan rasa tidak nyaman.

Pentingnya Pemeriksaan Mata

dr Joko menegaskan bahwa tidak semua keluhan mata boleh dianggap sepele. Ia mengimbau masyarakat segera memeriksakan diri ke dokter mata apabila mengalami mata sering kering atau berair berlebihan, penglihatan buram atau ganda, sakit kepala setelah bekerja di depan layar, kesulitan melihat di malam hari, hingga penurunan tajam penglihatan secara mendadak.

"Deteksi dini sangat penting untuk mencegah kerusakan penglihatan yang lebih berat dan memastikan penanganan yang tepat," tegasnya.

Dengan menjaga kebiasaan sehari-hari dan melakukan pemeriksaan rutin, kesehatan mata dapat tetap terjaga dan risiko gangguan penglihatan di kemudian hari dapat diminimalkan.

Editor: Gokli