Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Amsakar Minta Bank Longgarkan Aturan Pinjaman untuk UMKM
Oleh : Aldy Daeng
Sabtu | 27-09-2025 | 17:28 WIB
Amsakar-UMKM1.jpg Honda-Batam
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad. (Aldy/BTD)

BATAMTODAY.COM, Batam - Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan pentingnya kemudahan akses pendanaan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan koperasi di Kota Batam. Ia berharap tidak ada lagi pembatasan yang menyulitkan, baik dari segi jarak maupun model usaha tertentu.

"Yang saya harapkan jangan ada pembatasan soal jarak atau model-model tertentu. Kita ingin persyaratan diberikan kemudahan. Kriteria yang sifatnya membatasi gerak UMKM kita harapkan bisa diselesaikan. Semakin banyak dana digunakan justru semakin bagus. Yang menjadi harapan memang pemberdayaan mereka. Kalau kita mempersiapkan anggaran tapi tidak terpakai, kebijakan ini menjadi tidak efektif. Bila perlu terpakai, itulah yang efektif," ujar Amsakar, Sabtu (27/9/2025).

Amsakar tampak memaklumi program pinjaman kepada UMKM belum terserap dengan baik di awal program sejak diluncurkan. Namun ia optimistis pada 2026 akan terjadi peningkatan penyerapan dana seiring tuntasnya Bimbingan Teknis (Bimtek) terhadap program Koperasi Merah Putih.

"Seandainya badan usaha belum dapat memanfaatkan dana yang ada, mudah-mudahan Koperasi Merah Putih dapat menggunakan dana yang ada," katanya.

Sementara itu, terkait permintaan pengusaha agar pinjaman lebih fleksibel, Amsakar menegaskan prinsipnya: pertama, dana harus terserap; kedua, serapan tersebut harus memberikan implikasi positif terhadap usaha baik secara personal maupun badan; ketiga, selektivitas terutama menyangkut BI Checking/SLIK OJK.

"Kalau sudah bermasalah soal BI Checking tak ada kompromi. Tapi kalau soal wilayah administratif bisa dilakukan koreksi. Kita bantu percepat agar perizinan lebih cepat. Misalnya soal jarak, itu bisa dibuanglah. Kalau di bank butuh soal pengawasan kita siap mengawasi. Yang penting dana itu terserap," kata Amsakar.

Terpisah, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Batam, Salim mengatakan pihaknya mendapat amanah untuk melakukan pembinaan UMKM termasuk koperasi.

"Ada amanah besar pertama terkait program Bapak Presiden yang kita kenal dengan Koperasi Merah Putih. Kita sudah terbentuk 64 kelurahan, yang sudah efektif dua, Pulau Buluh dan Patam Lestari," ujarnya dalam sambutan hari pertama kegiatan tersebut.

Salim mengungkapkan, salah satu program prioritas Wali Kota Batam adalah pendanaan UMKM berupa subsidi bunga pinjaman nol persen yang bekerja sama dengan Bank Tabungan Negara (BTN).

"Disiapkan untuk kita meminjam minimal Rp20 juta dan bunga ditanggung pemerintah. Realisasi sampai akhir Agustus, yang mengajukan sudah cukup banyak ada 741, tapi yang lolos masih minim karena persyaratan bank cukup ketat," paparnya.

Menurut Salim, sebagian besar pengajuan yang tertolak terkait SLIK OJK (Sistem Layanan Informasi Keuangan) yang dikelola Otoritas Jasa Keuangan (OJK). "Dulu istilahnya BI Checking," jelasnya.

Ia menambahkan BTN mengakomodir 10 prioritas usaha, salah satunya usaha dengan lokasi permanen.

"Jadi pedagang kaki lima tidak bisa. Yang tidak kalah menghambat adalah jarak radius. Pelayanan di BTN Batam Centre dan Batuaji. Kalau di luar radius itu tidak diloloskan. Kita sudah berkoordinasi agar persyaratan dilonggarkan. Kalau SLIK OJK tidak bisa ditoleransi, tapi soal jarak dan usaha masih dipertimbangkan. Capaian baru sebelas. Sedangkan anggaran yang disiapkan ada Rp 3 miliar," tegas Salim.

Editor: Yudha