Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Ini Ilmu dari Kyai yang Sudah 47 Kali Naik Haji
Oleh : Saibansah
Rabu | 06-05-2026 | 14:08 WIB
Shodiq-Hamzah.jpg Honda-Batam
Petugas MCH PPIH Arab Saudi 2026 Saibansah Dardani berbincang dengan Pengasuh Ponpes Asshodiqiah Semarang, KH Dr (HC) Shodiq Hamzah di Madinah. (Foto: MCH PPIH Arab Saudi 2026)

BATAMTODAY.COM, Madinah - Selain bertemu dengan jamaah sepuh yang susah berjalan atau lupa jalan pulang ke hotel, serta jemaah yang kehilangan tasnya. Sebagai Petugas Media Center Haji (MCH) PPIH Arab Saudi 2026, saya merasa beruntung karena bisa berbincang dengan Pengasuh Ponpes Asshodiqiah Semarang, KH Dr (HC) Shodiq Hamzah di Madinah, Senin (4/5/2026). Apa saja ilmu yang disampaikan? Berikut catatan wartawan BATAMTODAY.COM, Saibansah Dardani.

"Ini haji saya yang keempat puluh tujuh," ungkap kyai kharismatik berusia 72 tahun itu, saat berbincang dengan saya dan para wartawan MCH PPIH Arab Saudi 2026 lainnya di Madinah.

Angka 47 itu tentu saja membuat saya terkejut. Karena jika ditambah 3 kali lagi, itu artinya, setengah abad Kyai Shodiq bolak-balik naik haji. Ya, setengah abad, 50 kali!

Di mana kita mencari orang yang 47 kali naik haji? Tentulah tidak mudah. Maka, kesempatan menjelang sholat dhuhur bisa bersilaturahmi dengan Ketua Forum Komunikasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Jawa Tengah, tentulah suatu berkah tersendiri.

"Setiap kali naik haji, pasti ada ceritanya sendiri-sendiri, tidak akan sama."

Dulu, lanjut ulama yang ramah itu, 11 September 2015, terjadi tragedi crane jatuh di Masjidil Haram, Makkah. Insiden tragis itu terjadi akibat cuaca ekstrem dan merobohkan crane raksasa ke area masjid, yang menyebabkan 111-118 orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka menjelang ibadah haji.

Sebelumnya lagi, terjadi peristiwa mematikan di Terowongan Mina yang paling terkenal terjadi pada 2 Juli 1990 atau 1410 hijriah. Tragedi ini mengakibatkan 1.426 jemaah haji meninggal dunia akibat berdesak-desakan dan kehabisan oksigen di terowongan Al-Muaisim, dengan ratusan korban di antaranya berasal dari Indonesia.

Dan masih banyak kejadian lagi selama pengalaman kyai yang produktif menulis kitab-kitab berbahasa Arab dan Arab pegon itu.

Karena itulah, ahli ilmu tafsir, hadis dan fiqih itu mengingatkan agar para jemaah haji Indonesia untuk tetap bersabar dalam menghadapi dinamika selama pelaksanaan ibadah haji. "Penyelenggaraan haji selalu memiliki tantangan. Kuncinya adalah kesabaran karena ibadah haji juga merupakan ujian," ungkapnya.

Mengenai antusiasme para jemaah haji mengejar 'arbain' di Masjid Nabawi, sampai ada yang kesehatannya drop, Kyai Shodiq memaparkan, bahwa esensi dari sholat 40 waktu atau 'arbain' di Masjid Nabawi itu bukanlah persis harus berma'mum dengan imam Masjid Nabawi di awal waktu.

"Intinya kita sholat di Masjid Nabawi, baik itu sholat sendiri maupun berjamaah dengan teman, itu sudah masuk dalam hitungan sholat di Masjid Nabawi, itu juga dihitung dalam arbain."

Jadi, bagi jemaah haji Indonesia yang masih dalam kondisi kurang fit, tidak perlu memaksakan diri untuk mengejar sholat jamaah dengan imam Masjid Nabawi. Tetapi, yang penting adalah sholatnya dilakukan di Masjid Nabawi.

Begitu penjelasan Kyai Shodiq Hamzah.

Editor: Dardani