Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

ASEAN Percepat Negosiasi DEFA, Indonesia Tekankan Fleksibilitas dan Target Penyelesaian 2025
Oleh : Redaksi
Selasa | 12-08-2025 | 09:48 WIB
DEFA.jpg Honda-Batam
Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Edi Prio Pambudi. (Foto: Kemenko Perekonomian)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - ASEAN menargetkan penyelesaian substantif ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA) pada tahun ini sebagai upaya memperkuat integrasi ekonomi digital kawasan.

Isu tersebut menjadi agenda utama Pertemuan High Level Task Force on ASEAN Economic Integration (HLTF-EI) ke-48 yang berlangsung pada 4-5 Agustus 2025 di Sultan Ahmad Shah International Convention Center (SASICC), Kuantan, Pahang, Malaysia.

Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Edi Prio Pambudi, selaku Ketua Delegasi RI, menilai DEFA sebagai terobosan strategis untuk menjawab tantangan global sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi digital ASEAN.

"Perlu kita sadari bersama, saat ini dinamika kecerdasan buatan dan mobilitas data berkembang sangat cepat. ASEAN harus fleksibel dan memiliki semangat yang sama dalam negosiasi guna mempercepat penyelesaian DEFA tahun ini. Hal ini esensial agar ASEAN dapat memanfaatkan peluang ekonomi digital yang terus meningkat secara global," ujar Edi, Senin (11/8/2025), demikian dikutip laman Kemenko Perekonomian.

Edi mengungkapkan, proses perundingan DEFA sudah mencapai 55 persen dari total paragraf substantif. Target penyelesaian tahun ini setidaknya 70 persen, mencakup isu-isu penting seperti transaksi elektronik, kecerdasan buatan (artificial intelligence), kerja sama keamanan siber, dan pengembangan talenta digital.

Sejak diluncurkan pada Keketuaan Indonesia 2023 sebagai tindak lanjut Bandar Seri Begawan Roadmap (BSBR), Indonesia menegaskan kembali komitmen untuk menunjukkan fleksibilitas demi mencapai target. Capaian ini juga akan menjadi bagian dari Priority Economic Deliverables (PED) Malaysia pada Keketuaannya di ASEAN 2025.

"Indonesia menegaskan bahwa penyelesaian penuh negosiasi dan penandatanganan DEFA dapat dilakukan tahun depan pada saat Filipina memegang Keketuaan ASEAN 2026," tambah Edi.

Pertemuan HLTF-EI ke-48 juga membahas dinamika ketidakpastian ekonomi global, kebijakan tarif Amerika Serikat, hambatan perdagangan dan investasi, serta perkembangan ekonomi digital yang memengaruhi lanskap regional. Visi ASEAN Pasca 2025, termasuk penyusunan ASEAN Economic Community Strategic Plan 2026-2030, turut menjadi instrumen penting dalam mengatasi tantangan dan memanfaatkan peluang integrasi ekonomi.

Pertemuan diakhiri dengan penyerahan mandat Keketuaan HLTF-EI kepada Filipina. Pada Keketuaannya tahun 2026, Filipina memprioritaskan penguatan konektivitas perdagangan dan investasi, pengembangan ekonomi digital, inovasi dan ekonomi kreatif, ekonomi inklusif berkelanjutan, serta penguatan UMKM.

Delegasi dari seluruh negara anggota ASEAN, Sekretariat ASEAN, dan Timor Leste hadir dalam pertemuan tersebut. Delegasi RI juga diwakili oleh perwakilan Asdep Kerja Sama Ekonomi Regional Kemenko Perekonomian dan Konsulat Jenderal RI Johor Bahru.

Editor: Gokli