Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Produk Gaya Hidup Jadi Sorotan

Indonesia Catat Potensi Transaksi Rp 9,19 Miliar di Mega Halal Bangkok 2025
Oleh : Redaksi
Jum\'at | 01-08-2025 | 11:28 WIB
Mega-Halal-2025.jpg Honda-Batam
Mega Halal Bangkok 2025, yang digelar di Bangkok International Trade and Exhibition Center (BITEC), 16-18 Juli 2025. (Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Indonesia kembali menegaskan posisinya sebagai pemain utama dalam industri halal global dengan membukukan potensi transaksi senilai USD 563 ribu atau sekitar Rp 9,19 miliar dalam ajang Mega Halal Bangkok 2025, yang digelar di Bangkok International Trade and Exhibition Center (BITEC), 16-18 Juli 2025.

Paviliun Indonesia yang menghadirkan berbagai produk halal unggulan, menarik minat kuat dari buyer internasional. Produk gaya hidup seperti fesyen muslim, kosmetik, dekorasi rumah, serta makanan ringan premium menjadi daya tarik utama.

"Atensi besar terhadap produk-produk halal dari Indonesia membuktikan bahwa kita siap memimpin tren industri halal yang kini tidak lagi terbatas pada makanan dan minuman," ujar Atase Perdagangan RI Bangkok, Rafika Arfani, dalam keterangan resminya, demikian dikutip laman Kemendag.

Menurut Rafika, Indonesia menampilkan produk dari berbagai sektor, mulai dari fesyen muslim kontemporer, batik, kopi specialty, perhiasan, hingga kerajinan tangan. Selama pameran, pengunjung dan pelaku usaha dari Thailand, Malaysia, India, Tiongkok, hingga Arab Saudi menunjukkan ketertarikan terhadap kreativitas dan kualitas produk Indonesia.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Duta Besar RI untuk Thailand, Rachmat Budiman, yang menyebut keikutsertaan Indonesia sebagai langkah konkret dalam mempromosikan produk halal, sekaligus membuka peluang ekspor bagi pelaku UMKM ke pasar global.

"Kehadiran Indonesia di Mega Halal Bangkok 2025 menjadi jembatan penting bagi UMKM untuk go international. Ini bukti bahwa kualitas dan kreativitas produk Indonesia telah diakui dunia," tegas Dubes Rachmat.

Partisipasi Indonesia di ajang ini merupakan kolaborasi antara KBRI Bangkok, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Dinas Perindagkop UKM Provinsi DKI Jakarta, serta ASEPHI.

Rafika juga menambahkan, kegiatan ini merupakan bagian dari strategi diplomasi ekonomi yang bertujuan memperluas penetrasi produk halal Indonesia di pasar internasional. "Respons positif dari pengunjung memperlihatkan wajah industri halal Indonesia yang modern, inovatif, dan kompetitif," ujarnya.

Salah satu peserta, Felicia Indriani, selaku New Product Development Manager dari PT Multi Indo Citra (Kaila), mengungkapkan bahwa produk kosmetik seperti lipstick dan lip balm mendapatkan respons sangat baik dari pasar Thailand.

"Kami menerima banyak penawaran dari calon distributor. Ini jadi peluang penting untuk memperluas pasar ekspor kami di Thailand," jelas Felicia.

Pelaku usaha lainnya seperti Damakara di sektor fesyen, juga mendapat apresiasi tinggi dari pengunjung internasional. Proses business matching dan forum diskusi yang difasilitasi panitia turut membantu mempertemukan produsen Indonesia dengan distributor potensial.

Dalam periode Januari - Mei 2025, nilai perdagangan antara Indonesia dan Thailand tercatat sebesar USD 7,86 miliar, dengan ekspor Indonesia mencapai USD 4 miliar dan impor USD 3,85 miliar, menghasilkan surplus USD 147,10 juta bagi Indonesia.

Adapun ekspor utama Indonesia ke Thailand mencakup:

  • Minyak bumi dan gas hidrokarbon
  • Batu bara dan produk turunannya
  • Tembaga dan produk logam
  • Komponen otomotif

Sedangkan impor utama dari Thailand antara lain:

  • Beras
  • Kendaraan bermotor dan suku cadang
  • Gula rafinasi dan bahan kimia padat
  • Polimer dan plastik industri

Editor: Gokli