Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Lima Tahun IA-CEPA, Indonesia dan Australia Perkuat Kemitraan Ekonomi Strategis
Oleh : Redaksi
Senin | 07-07-2025 | 08:28 WIB
IA-CEPA.jpg Honda-Batam
Menteri Perdagangan, Budi Santoso menghadiri Perayaan 5 Tahun Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) di Jakarta, Kamis (3/7/2025). (Foto: Kemendag)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Memperingati lima tahun implementasi Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA), Menteri Perdagangan, Budi Santoso, menegaskan komitmen penguatan kerja sama ekonomi kedua negara.

Dalam peringatan yang digelar di Jakarta pada Kamis (3/7/2025), Mendag menekankan pentingnya optimalisasi perjanjian tersebut untuk mendukung perdagangan, investasi, dan pertumbuhan ekonomi yang saling menguntungkan.

"IA-CEPA memberikan kerangka kerja sama yang lebih strategis dari sekadar liberalisasi tarif. Perjanjian ini disusun agar memberikan manfaat konkret bagi kedua negara, dan pelaksanaannya adalah tanggung jawab bersama," ujar Budi Santoso dalam sambutannya, demikian dikutip siaran pers Kemendag.

Hadir dalam acara ini Duta Besar RI untuk Australia, Siswo Pramono; Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier; Utusan Khusus Presiden RI untuk Perdagangan Internasional dan Multilateral, Mari Elka Pangestu; serta Ketua Bidang Hubungan Internasional Apindo, Catharina Widjaja.

Mendag mengungkapkan bahwa Indonesia dan Australia sepakat untuk melakukan peninjauan (reviu) terhadap IA-CEPA demi memastikan relevansi dan nilai tambah perjanjian di tengah dinamika global. Langkah ini selaras dengan semangat penguatan kerja sama yang sebelumnya disampaikan Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese pada Mei lalu.

"Reviu IA-CEPA bertujuan meningkatkan manfaat bagi kedua negara. Kami mengajak dunia usaha, akademisi, dan masyarakat luas untuk berkontribusi agar perjanjian ini tetap adaptif dan berdampak positif," tambahnya.

Sejak diberlakukan pada 5 Juli 2020, IA-CEPA telah berkontribusi signifikan terhadap peningkatan perdagangan dan investasi bilateral. Total perdagangan Indonesia-Australia mencetak rekor tertinggi senilai USD 15,4 miliar pada 2024, dengan ekspor Indonesia tumbuh 14,46 persen dan impor naik 17,42 persen dalam periode 2020-2024.

Pada sektor jasa, ekspor Indonesia ke Australia meningkat 19,18 persen selama 2019-2023. Di sisi lain, investasi Australia di Indonesia terus berkembang, terutama di sektor energi terbarukan, pertambangan, industri kimia, pendidikan, serta perhotelan dan restoran.

"Saya apresiasi semua pihak yang terlibat dalam implementasi IA-CEPA. Momentum lima tahun ini harus dimanfaatkan untuk memperdalam kerja sama dan memperkuat hubungan persahabatan kedua negara," kata Budi Santoso.

Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier, turut menyampaikan pandangannya mengenai keberhasilan IA-CEPA. "Dalam lima tahun, IA-CEPA berhasil menggandakan volume perdagangan antara Australia dan Indonesia. Ini bukti nyata dari hubungan dan kepercayaan yang tumbuh di antara kedua negara," ucap Brazier.

Acara ini juga menampilkan diskusi panel bertajuk 'Indonesia-Australia CEPA: Five Years of Free Trade Economic Resilience' yang menghadirkan Jennifer Westacott, Australian Business Champion to Indonesia, dan Mari Elka Pangestu.

Sementara itu, data Kementerian Perdagangan mencatat nilai perdagangan kedua negara sepanjang Januari-Mei 2025 mencapai USD 5,15 miliar, dengan ekspor Indonesia sebesar USD 1,52 miliar dan impor dari Australia sebesar USD 3,63 miliar.

Produk unggulan ekspor Indonesia meliputi minyak bumi, monitor dan proyektor, buldoser, serta produk kayu. Sedangkan impor utama dari Australia meliputi batu bara, bijih besi, gandum, gula, dan emas.

Editor: Gokli