Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Indonesia Ajak Selandia Baru Perkuat Kolaborasi Perdagangan untuk Pemberdayaan Perempuan
Oleh : Redaksi
Rabu | 02-07-2025 | 14:08 WIB
RI-SB.jpg Honda-Batam
Wamendag Dyah Roro Esti Widya Putri dalam pertemuan dengan Menteri Perdagangan dan Investasi Selandia Baru, Nicola Grigg. (Foto: Kemendag)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Dyah Roro Esti Widya Putri, mengajak Selandia Baru memperkuat kerja sama dalam pemberdayaan perempuan, terutama melalui sektor perdagangan. Menurutnya, keterlibatan perempuan memiliki peran signifikan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

"Pertemuan ini menjadi simbol solidaritas Indonesia dan Selandia Baru dalam memperkuat peran strategis perempuan dalam ekosistem perdagangan global. Kami berharap kolaborasi ini dapat membuka peluang lebih luas bagi perempuan untuk berperan aktif dalam pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan," kata Roro dalam jamuan makan siang bersama sejumlah anggota parlemen perempuan lintas partai di Auckland, Senin (30/6/2025), demikian dikutip siaran pers Kemendag.

Wamendag Roro memaparkan, perempuan merupakan penggerak utama ekonomi nasional, terlihat dari data bahwa sekitar 64,5 persen pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia dikelola oleh perempuan. Kontribusi ini, sambungnya, tidak hanya memperkuat fondasi ekonomi nasional, tetapi juga mendorong terciptanya perdagangan yang lebih merata.

"Kontribusi UMKM terhadap PDB nasional juga mencapai 61,07 persen. Karena itu, kerja sama dalam mengembangkan UMKM, khususnya yang dijalankan perempuan, diharapkan bisa memberikan dampak nyata bagi perekonomian Indonesia," jelas Roro.

Ia menegaskan, Kementerian Perdagangan terus berupaya meningkatkan daya saing UMKM melalui pelatihan, pendampingan, hingga perluasan akses ke pasar internasional.

Namun, Roro mengakui, perempuan pelaku UMKM masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan akses pembiayaan dan minimnya keterlibatan dalam rantai pasok ekspor. Oleh sebab itu, Indonesia mendorong kebijakan perdagangan yang berpihak pada kesetaraan dan membuka lebih banyak kesempatan bagi UMKM yang dikelola perempuan.

"Kementerian Perdagangan juga berupaya meningkatkan partisipasi perempuan dalam penyusunan kebijakan publik, salah satunya dengan memberikan peluang yang setara di posisi pimpinan eselon satu dan dua, tanpa mengabaikan prinsip meritokrasi dan kualitas kinerja," ujar Roro.

Pada kesempatan yang sama, Roro juga menyampaikan apresiasi kepada Selandia Baru yang dinilai sukses menunjukkan kepemimpinan dalam isu kesetaraan gender, baik di parlemen maupun dalam kebijakan publik. Ia meyakini, pengalaman Selandia Baru bisa menjadi inspirasi dalam memperkuat jejaring perempuan serta mewujudkan kerja sama nyata di bidang perdagangan, pendidikan, dan kemitraan masyarakat.

"Dengan kolaborasi yang erat dan strategi terintegrasi, nilai perdagangan Indonesia dan Selandia Baru diharapkan bisa meningkat dua kali lipat dalam beberapa tahun ke depan. Selain itu, kolaborasi ini juga akan memperkuat peran perempuan pelaku UMKM dalam ekonomi nasional dan global," tambah Roro.

Roro turut menyinggung capaian Indonesia dalam bidang politik, yakni meningkatnya jumlah keterwakilan perempuan di DPR menjadi 127 orang untuk periode 2024-2029, jumlah tertinggi sejak era reformasi. Ia menegaskan, semangat memperluas partisipasi politik perempuan akan terus didorong hingga ke tingkat daerah.

Sementara itu, Menteri Perdagangan dan Investasi Selandia Baru, Nicola Grigg, menyambut positif ajakan kerja sama yang disampaikan Wamendag Roro. Grigg menegaskan komitmennya untuk memperkuat kemitraan dengan Indonesia dalam upaya pemberdayaan perempuan melalui sektor perdagangan.

"Kerja sama antarnegara sangat penting untuk menciptakan ekosistem perdagangan yang lebih inklusif, terutama bagi perempuan pelaku UMKM di komunitas lokal dan wilayah pedesaan. Selandia Baru akan terus mendorong keterlibatan perempuan dalam rantai nilai global melalui kebijakan yang berpihak dan dukungan lintas sektor," kata Grigg.

Pertemuan tersebut turut dihadiri anggota parlemen Selandia Baru dari Partai Nasional, Melissa Lee, Partai Buruh, Arena Williams, serta perwakilan Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Selandia Baru, Kathy Errington. Dari pihak Indonesia, Wamendag Roro didampingi Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Fajarini Puntodewi, dan Direktur Pengembangan Ekspor Produk Manufaktur, Deden Muhammad Fajar Shiddiq.

Dengan terjalinnya komunikasi intensif antara kedua negara, diharapkan kerja sama konkret segera diwujudkan untuk mendorong peran perempuan dalam perdagangan internasional.

Editor: Gokli