Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

PGN Perkuat Komitmen Gas Bumi Terjangkau untuk Industri, Dorong Ketahanan Energi Nasional
Oleh : Aldy Daeng
Kamis | 26-06-2025 | 14:48 WIB
Arief-PGN.jpg Honda-Batam
Direktur Utama PGN, Arief S Handoko. (Foto: Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menegaskan komitmennya untuk menyediakan gas bumi dengan harga yang kompetitif, khususnya bagi sektor industri.

Upaya ini dilakukan demi menjaga keberlangsungan pemanfaatan gas dalam kegiatan bisnis dan investasi, sekaligus mendukung kebijakan strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional.

Direktur Utama PGN, Arief S Handoko, menyampaikan sinergi tiga elemen utama --pasokan gas, kebutuhan industri, dan infrastruktur-- menjadi pondasi keberlanjutan pemanfaatan gas bumi.

"Sebagai agregator gas bumi nasional, PGN memastikan distribusi gas dari titik serah hingga ke fasilitas pelanggan berjalan lancar. Ini didukung jaringan infrastruktur kami yang mencakup sekitar 31 ribu kilometer pipa serta fasilitas regasifikasi LNG di Arun, Lampung, dan Jawa Barat," kata Arief dalam Customer Business Forum untuk pelanggan industri wilayah SOR II, Selasa (24/6/2025).

Arief menjelaskan bahwa pihaknya terus berupaya memenuhi kebutuhan industri meskipun pasokan gas pipa mengalami penurunan. Sejak Mei 2024, pasokan LNG mulai dimanfaatkan untuk menjaga stabilitas suplai dan harga.

"LNG telah menjadi bagian dari portofolio pasokan domestik jangka panjang. Kami ingin memastikan harganya tetap kompetitif di tengah tantangan global," jelasnya.

PGN juga aktif berkoordinasi dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan untuk menjamin ketersediaan gas dalam negeri, terutama dalam menghadapi gejolak harga energi akibat situasi geopolitik global.

Sementara itu, Direktur Komersial PGN, Ratih Esti Prihatini, menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur gas bumi yang merata sebagai bagian dari upaya meningkatkan konektivitas energi nasional. "Infrastruktur menjadi kunci dalam menjaga energy security dan affordability. PGN telah menyusun roadmap infrastruktur yang terintegrasi secara nasional untuk mendukung transisi energi dan memperluas akses gas ke berbagai segmen industri," ujar Ratih.

Ratih menambahkan PGN menyediakan berbagai solusi gas bumi yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan. Skema harga juga dirancang fleksibel, tergantung situasi pasokan dan kemampuan bayar pelanggan di berbagai wilayah.

"Jika kami mendapatkan pasokan LNG dengan harga rendah, kami akan menyesuaikan harga ke pelanggan. Tapi jika pasokan lebih mahal, maka hal itu juga akan diperhitungkan dalam harga jual, tentu tetap dengan prinsip harga yang paling kompetitif," ujarnya.

PGN juga berkomitmen untuk terus memberikan informasi harga yang transparan kepada pelanggan, guna membantu mereka menyesuaikan strategi energi di tengah dinamika pasar global. "Dalam kondisi global yang penuh ketidakpastian, seperti dampak konflik di Timur Tengah, kami tetap menjaga pelanggan mendapatkan price signal yang akurat dan harga gas yang rasional," tambah Ratih.

Selain fokus pada pelayanan pelanggan, PGN juga menegaskan kepatuhan terhadap regulasi sebagai upaya menjaga tata kelola yang baik dan adil. Arief menambahkan dukungan lintas sektor --mulai dari pemerintah, industri hulu migas, infrastruktur hingga pengguna akhir-- menjadi kunci dalam mewujudkan kemandirian dan ketahanan energi nasional.

Sebagai bagian dari Danantara, holding BUMN yang dibentuk pemerintah untuk mengoptimalkan nilai tambah sektor energi, PGN diharapkan mampu memberi kontribusi besar dalam pengelolaan rantai bisnis gas bumi nasional. "PGN hadir bukan hanya sebagai penyedia energi, tapi juga sebagai mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan energi yang terjangkau, berkelanjutan, dan berdaya saing," tutup Arief.

Editor: Gokli