Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

KPI Award 2021

Lagi, Gubernur Ansar Terima Penghargaan Pemda Peduli Penyiaran dari KPI Pusat
Oleh : Redaksi
Sabtu | 18-12-2021 | 19:52 WIB
KPI-Award-2021.jpg Honda-Batam
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad saat menerima penghargaan di KPI Award 2021, sebagai Pemda Peduli Penyiaran terbaik se-Indonesia, Jumat (17/12/2021). (Humas Kepri)

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Gubernur Kepulauan Riau, H Aansar Ahmad lagi-lagi menerima penghargaan bergengsi di tingkat nasional. Kali ini, Ansar menerima penghargaan dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) sebagai provinsi terbaik di Indonesia dalam hal kepenyiaran yang penganugerahannya diberikan, Jumat (17/12/2021) dalam ajang anugerah KPI Award 2021 di studio 5 Emtek City, Jalan Damai nomor 11, Daan Mogot, Jakarta.

Anugerah KPI Award sendiri merupakan kegiatan tahunan KPI Pusat sebagai bentuk apresiasi terhadap kerja keras lembaga penyiaran yang berupaya menyuguhkan tontonan yang sehat dan berkualitas.

Kegiatan ini juga untuk mendorong industri penyiaran untuk terus berkarya dalam menghasilkan program-program terbaiknya.

Adapun Pemerintah Provinsi Kepri mendapatkan anugerah sebagai yang terbaik di Indonesia di ajang KPI Award 2021 ini untuk kategori khusus 'Pemerintah Daerah Peduli Penyiaran'. Menyusul di bawah Kepulauan Riau adalah DKI Jakarta, Bali dan Sulawesi Selatan.

"Kesekian kalinya saya menerima penghargaan untuk Kepulauan Riau tercinta ini. Dan kembali saya tegaskan, setiap penghargaan yang saya terima adalah hasil kerja keras kita semua. Semoga penghargaan ini bisa menjadi motivasi kita," kata Gubernur usai menerima penghargaan, demikian dikutip laman Humas Kepri.

"Terutama bagi teman-teman yang berkecimpung di dunia penyiaran. Sajikan tontonan yang informatif, menghibur sekaligus mendidik."

Beberapa kriteria penilaian sehingga membawa Kepri menerima penghargaan KPI Award 2021. Karena Kepulauan Riau dinilai sebagai daerah perbatasan pertama yang melakukan migrasi sistem penyiaran, dari penyiaran analog ke penyiaran digital atau Analog Switch Off (ASO) sejak 30 April 2022. ASO sendiri menghilangkan persoalan interferensi frekuensi radio antara Singapura, Malaysia dan Indonesia, khususnya di wilayah perbatasan Kepri.

"Peran Lembaga Penyiaran Televisi dan Radio di perbatasan Kepri sangat penting. Selain sebagai hiburan, televisi memiliki peranan penting untuk akses informasi masyarakat dan sebagai pengawal rasa nasionalisme masyarakat perbatasan," ungkap Ansar.

Di Kepri, lanjutnya, masyarakatnya sudah terbiasa dengan siaran dari negara tetangga. "Dengan hadirnya penyiaran digital bisa menjadi pilihan masyarakat Kepri dengan sajian konten yang berkualitas serta lembaga penyiaran televisi bisa membantu pemerintah daerah dalam mempromosikan program-program pemerintah serta potensi Kepri yang begitu kaya akan sumber daya alam, terutama sebagai daerah tujuan wisata dan industri," ujar Ansar lagi.

Saat ini terdapat sebanyak 72 lembaga penyiaran di Kepri, dan 21 di antaranya adalah saluran televisi digital sehingga masyarakat bisa menyaksikan siaran televisi yang lebih canggih, bersih dan jernih.

Adapun selama pandemi Covid-19, Pemprov Kepri bersama KPID dan lembaga penyiaran terus menerus menayangkan Iklan Layanan Masyarakat penanganan pandemi, mulai dari pencegahan hingga pemulihan ekonomi terdampak pandemi.

Selain itu, sebagai penguatan dan dukungan Pemprov terhadap kelembagaan KPID untuk mengawal penyiaran digital di perbatasan.

Editor: Gokli