Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Polri Target Bangun 1.500 Dapur MBG pada 2026, Kapolri Klaim Jangkau 3,44 Juta Penerima
Oleh : Redaksi
Senin | 18-05-2026 | 11:48 WIB
sppg-polri.jpg Honda-Batam
Peluncuran operasional 166 SPPG Polri di Kabupaten Tuban, Sabtu (16/5/2026). (Humas Polri)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Kepolisian Negara Republik Indonesia menargetkan pembangunan 1.500 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia pada 2026 guna mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengatakan hingga saat ini Polri telah memiliki 1.376 dapur SPPG yang tersebar di berbagai daerah. "Pada tahun 2026, Polri menargetkan untuk melanjutkan pembangunan hingga mencapai 1.500 SPPG di seluruh Indonesia," ujar Sigit saat menyampaikan laporan di hadapan Presiden Prabowo Subianto dalam acara panen raya jagung serentak kuartal II, groundbreaking 10 gudang ketahanan pangan Polri, serta peluncuran operasional 166 SPPG Polri di Kabupaten Tuban, Sabtu (16/5/2026).

Menurut Sigit, pembangunan ribuan dapur MBG tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mengawal program pemerintah terkait pemenuhan gizi masyarakat. "SPPG ini dibangun untuk terus memperkuat dan mengawal tuntas program Presiden Prabowo Subianto dalam rangka memperluas jangkauan pelayanan pemenuhan gizi, sehingga dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat," katanya.

Kapolri menjelaskan, dari total 1.376 SPPG yang telah tersedia, sebanyak 736 unit sudah beroperasi, 172 unit dalam tahap persiapan operasional, dan 468 unit masih dalam proses pembangunan.

Jika seluruh dapur tersebut beroperasi penuh, Polri memproyeksikan program itu dapat menjangkau sekitar 3,44 juta penerima manfaat sekaligus menyerap 68.800 tenaga kerja. "Apabila seluruh SPPG tersebut telah beroperasi, diproyeksikan dapat memberikan manfaat bagi 3,44 juta orang dan menyerap 68.800 tenaga kerja," ujar Sigit.

Di sisi lain, Polri juga menekankan aspek keamanan pangan dalam operasional SPPG. Menurut Sigit, seluruh dapur MBG Polri diwajibkan memenuhi standar kelayakan dan keamanan makanan untuk menjaga ketahanan pangan atau food security.

Ia menyebut sejumlah sertifikasi telah dimiliki SPPG Polri, mulai dari Sertifikat Penjamah Makanan, Sertifikat Laik Higiene Sanitasi, Sertifikat Jaminan Produk Halal, hingga Sertifikat Uji Laboratorium Air. "Serta menerapkan prinsip food safety secara konsisten," tutup Sigit.

Program pembangunan dapur MBG tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperluas akses pemenuhan gizi masyarakat, sekaligus membuka lapangan kerja baru di berbagai daerah. Namun, besarnya target pembangunan juga memunculkan tantangan terkait pengawasan distribusi, kualitas layanan, hingga efektivitas pengelolaan anggaran agar program berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan.

Editor: Gokli