Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Gebrak Gelar Aksi di Depan Kantor Gubernur Kepri

Sering Kunjungan, Cermin SBY Tak Hemat
Oleh : Charles/Dodo
Sabtu | 02-06-2012 | 11:35 WIB

TANJUNGPINANG, batamtoday - Puluhan massa dari Gerakan Bersama Rakyat (Gebrak) Kota Batam memenuhi janjinya menggelar aksi penolakan kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Kepulauan Riau di depan Kantor Gubernur, Tanjungpinang, Sabtu (2/6/2012). 

Uba Ingan Sigalingging, ketua LSM Gebrak mengatakan penolakan kedatangan orang nomor satu di Indonesia ke Kepri dikarenakan dalam setiap kunjungan SBY tak pernah memberikan dampak positif kepada rakyat. 

"SBY jarang mengunjungi rakyatnya, yang dikunjungi adalah pengusaha untuk meresmikan proyek. Seringnya Presiden melakukan kunjungan juga menjadi cermin bahwa SBY mengingkari ajakannya untuk berhemat," tegas Uba dalam orasinya. 

Uba juga menyebutkan SBY dalam kunjungannya, durasi waktu untuk menemui rakyat tidak sebanding dengan waktu yang diberikan untuk menemui pengusaha maupun plesiran. 

Menurutnya, kalau melakukan kunjungan ke Kepri, lebih baik SBY mendatangi Natuna ataupun kawasan tertinggal di daerah perbatasan guna mencari solusi untuk kemajuan. 

Selain itu, Gebrak juga menilai lebih baik SBY datang ke Kepri untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang tak kunjung usai di provinsi ini. Mulai dari pembangunan pusat pemerintahan Kepri di Pulau Dompak yang diduga sarat dengan korupsi, memberikan kepastian hukum mengenai status Free Trade Zone yang tak tahu kemana juntrungnya maupun mencari solusi mengenai pengamanan perairan dari para pencuri ikan internasional. 

"Kalau hanya sekedar kongkow dengan pengusaha mending tak usah datang ke Kepri. Kalau hanya sekedar satu-dua jam kunjungan, sama saja tak ubahnya dengan pelawak yang tampil terus pergi," tukas Uba. 

Gebrak, kata Uba, juga menyampaikan kecurigaannya dengan seringnya SBY melakukan kunjungan. Dia menduga kedatangan Presiden tersebut erat kaitannya dengan 'deal' bersama sejumlah pihak untuk memuluskan kembali ekspor pasir laut ke negara tetangga.

Hingga berita ini diunggah aksi yang digelar Gebrak tersebut masih berlangsung.