Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Pemadaman Listrik Bakal Lebih Parah
Oleh : Ocep
Kamis | 31-05-2012 | 19:01 WIB

BATAM, batamtoday - Sebagian besar wilayah Batam kemungkinan besar akan mengalami kegelapan hingga lewat Juni 2012 akibat pengurangan pasokan gas dan kerusakan mesin pembangkit.

Manajer Senior Komunikasi PLN Batam Agus Subekti mengatakan, salah satu pembangkit di unit Panaran rusak, akibatnya, pasokan listrik berkurang 25 megawatt (MW).

Pengurangan itu berdampak pada pemadaman bergilir selama Mei.

“Kami juga mendapat pemberitahuan PGN bahwa akan ada perawatan pipa gas,” ujarnya, Kamis (31/5/2012).

Perawatan yang akan berlangsung 1-14 Juni 2012 itu akan mengurangi pasokan gas ke PLN dimana pengurangan gas itu berakibat pada penurunan pasokan listrik hingga 45 MW.Dengan demikian, pengurangan total listrik Batam mencapai 80 MW.

Dengan pengurangan sebanyak itu, pemadaman total di sebagian wilayah tidak dapat terhindarkan.

Selama ini, PLN Batam mendapat gas 42 BBTU per hari. Pembangkit gas dan batu bara memungkinkan PLN Batam menyediakan total 314 MW listrik.

“Kami akan mencoba mengatasi dengan mempercepat pengoperasian satu unit pembangkit baru Tanjung Kasam. Kalau lancar, Juni ada tambahan 55 MW dari sana,” ujarnya.

Sementara Walikota Batam Ahmad Dahlan mendesak PLN menyewa generator untuk mengatasi kekurangan daya. PLN juga bisa mengaji alternatif membeli listrik lebih dari kawasan industri atau perusahaan di Batam.

“PLN harus bertanggung jawab kepada pelanggan,” tuturnya.

Perwakilan PLN akan diundang pekan depan untuk membahas langkah-langkah mengatasi kekurangan daya.

PLN diharapkan punya strategi jitu agar konsumen tidak dirugikan.

Selain itu, Pemerintah Kota Batam juga menyurati Badan Pelaksana Hilir (BPH) Minyak dan Gas Bumi.

Lewat surat itu, Batam meminta tidak ada pengurangan gas selama selama periode perawatan pipa.

Batam mendesak ada pasokan pengganti agar perekonomian Batam tidak terganggu.

“Pengguna gas di Batam adalah PLN dan industri. Kalau pasokan terhenti dua pekan, dampak ekonominya sangat besar,” ujarnya.