Keluarga Ds Bantah Dl Tewas Karena Tindak Kekerasan
Oleh : Harun Al Rasyid
Rabu | 25-11-2015 | 16:23 WIB
bayi.jpg
Ilustrasi kekerasan pada anak. (Foto: Dok Batamtoday.com)

BATAMTODAY.COM, Batam - Kematian Dl gadis berusia 3 tahun yang diduga tewas akibat dianiaya ibu kandungnya, dibantah oleh keluarga korban. Hal ini disampaikan Sinta (21) adik kandung Ds diperumahan yang sama Blok K No. 16 Tanjunguncang. 

Saat ditemui BATAMTODAY.COM, Sinta mengakui jika perlakuan kasar kepada keponakannya itu hanya sebatas mencubit. Pelaku yang mencubit juga bukan hanya oleh ibu kandung korban tetapi kadang dilakukan oleh Suharti nenek Dl. 

"Kalau saya rasa almarhum nangis emang dicubit. Kadang sama neneknya juga dicubit," kata Sinta. 

Sementara itu terkait luka lebam di sekujur tubuh Dl, Santi berkilah karena sang balita terpeleset dan jatuh. Ia membantah luka memar diperut dan bagian punggung Dl akibat pukulan benda tumpul. Begitu juga dengan luka lebam bagian tangan kanan. Memar warna merah itu merupakan bekas urut beberapa waktu lalu. 

"Kalau cubit biru-biru itu iya. Pukul pernah tapi pake tangan gak pake benda keras," kilahnya. Baca: Kepiluan Warnai Pemakaman Balita yang Tewas Dianiaya Ibu Kandung 

Perlakuan ini terpaksa disematkan kepada sang buah hati lantaran kebiasaan si kecil yang selalu menangis. Ia juga mengatakan, sebab menangisnya Dl juga tidak diketahui sebab secara pasti. Karena merasa binggung dengan kebiasaan ini, mereka membawa Dl untuk diperiksa ke dokter. 

"Mungkin mamaknya jengkel jadi dicubit. Pernah kami bawa ke dokter, karena binggung ini sakit apa. Kok nangis terus. Kata dokter, gizi buruk dan kurang vitamin," ujarnya. 

Senada disampaikan Caca (18) yang juga adik kandung Ds. Ia mengakui sejak berada di Medan, Dl selalu menagis tanpa sebab. Setiap kali dibujuk rayu selalu saja tidak mempan. 

"Di Medan juga habis makan nangis, mandi nangis. Nangisnya gak pagi, siang, malam juga. Maunya dia sama neneknya saja. Neneknya gak bisa gerak," kata Caca. 

Sebagai seorang adik, tentu merasa marah dan kecewa dengan kepergian keponakanya. Bagaimanapun juga, kata Sinta, ia harus merelakan walaupun umur balita ini masih balita. Kebenaran sesungguhnya mengenai penyebab utama kematian Dl, ia serahkan kepada Yang Kuasa. 

Editor: Dardani