Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Polisi Filipina Bunuh Puluhan Pengedar Narkoba
Oleh : Redaksi
Selasa | 12-07-2016 | 09:38 WIB
polisiphilippinesbyap.jpg Honda-Batam

Aparat kepolisian mengamankan suatu kawasan di Manila dalam penggerebekan terhadap pengedar dan pengguna narkoba. (Foto: BBC)

BATAMTODAY.COM, Manila - Pengacara pemerintah Filipina membela keputusan polisi untuk membunuh puluhan orang yang diduga sebagai pengedar narkoba, tanpa diupayakan penangkapan terlebih dulu.

 

Pengacara yang bernama Jose Calida itu berkata ia akan terus membela tindakan keras yang diambil terhadap orang-orang yang diduga terlibat dalam penyelundupan narkoba.

"Berapa jumlah pecandu obat atau pengeder narkoba di Filipina? Desa-desa kita hampir dibanjiri dengan narkoba," tegasnya dalam jumpa pers di markas kepolisian di Manila pada Senin (11/7/2016).

Kepolisian mengukuhkan telah membunuh lebih dari 110 terduga pengedar narkoba sejak presiden baru Rodrigo Duterte menang dalam pemilihan Mei lalu.

Dalam kampanyenya, Duterte berjanji akan menegakkan ketertiban dan keamanan, termasuk memberantas peredaran narkoba sehingga para pelaku akan memenuhi rumah-rumah persemayaman.

Namun dengan peningkatan jumlah orang yang dibunuh, sejumlah pengacara hak asasi manusia dan anggota parlemen menyampaikan kekhawatiran mendalam bahwa operasi itu berada di luar kontrol.

Diserukan oleh mereka bahwa polisi seharus mengupayakan penangkapan terduga dan membawa mereka ke pengadilan.
Akan tetapi Calida menegaskan ia akan membela kepolisian jika sampai dipanggil oleh Kongres untuk dimintai pertanggung jawaban atas operasi pembunuhan terhadap terduga pengedar narkoba.

Sumber: BBC Indonesia
Editor: Dardani