Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Presiden Jokowi Buka Musrembangnas 2015 Bahas Penyelesaian Masalah di Lapangan
Oleh : Surya
Kamis | 18-12-2014 | 15:35 WIB
Jokowi1.jpg Honda-Batam
Presiden Joko Widodo

BATAMTODAY.COM, Jakarta -  Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2015 di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (18/12/2014).



Musrembang yang bertujuan menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) periode 2015-2019 ini dihadiri para gubernur, bupati dan walikota se-Indonesia dengan tema 'Pembangunan Berkualitas Menuju Bangsa Berdaulat Mandiri dan Berkepribadian'.

Jokowi dalam sambutannya mengatakan, Musrenbangnas digelar untuk membahas persoalan di lapangan yang selama ini belum terselesaikan.

"Hari ini kita berkumpul untuk menyelesaikan masalah-masalah di lapangan. Seperti izin pembangunan pembangkit listrik, pembebasan lahan," kata Jokowi.

Menurut Jokowi, kemajuan sebuah negara tidak melulu bergantung kepada sumber daya alam. Singapura, Jepang, Korea, lanjut Jokowi, justru memiliki cara kerja, manajemen dan kebijakan publik yang kuat.

"Ini sering kita agung-agungkan, punya minyak yang besar, gas besar, tapi kalau cara-cara manajemen tidak dikerjakan dengan baik justru akan menjadi malapetaka. Kuncinya adalah kebijakan publik yang benar dan tepat," katanya.

Dalam kesempatan itu, Jokowi mempersilahkan para kepala daerah menyampaikan berbagai permasalahan di daerahnya masing-masing dengan format dialog. Saat itu juga, ratusan gubernur, bupati, dan wali kota terlihat sangat bersemangat untuk mengajukan langsung kepada Presiden.

Diluar dugaan puluhan kepala daerah secara  bersamaan mengacungkan tangan secara bersamaan untuk menyampaikan uneg-unegnya kepada Jokowi. Melihat antusiasme para kepala daerah itu, mantan Gubernur DKI Jakarta dan Walikota Solo ini lantas terlihat berpikir sejenak selama beberapa detik. 

"Ini begini saja. Jadi nanti mulai minggu depan saya atur gubernur, wali kota, dan bupati untuk bertemu di Istana Bogor.  Mungkin nanti per seratus bupati atau wali kota. Supaya semuanya bisa menyampaikan problem-problem dengan pemerintah pusat.  Kalau kita kasih kesempatan semuanya, bisa besok pagi baru kita bisa selesai," kata Jokowi.

Sedangkan Menteri PPN/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago mengatakan, pihaknya telah menyampaikan rancangan RPJMN kepada seluruh pemangku kepentingan di tingkat nasional sehingga mendapatkan penyempurnaan menyeluruh.

"Penyelesaian RPJMN 2015-2019 diawali rancangan teknokratik oleh Bappenas dan disempurnakan dari penjaringan aspirasi di beberapa daerah," kata Andrinof.

Pada akhir Oktober, kata Andrinof, Bappenas menjabarkan visi misi Presiden, 7 agenda prioritas dan 9 cita-cita Presiden yang dikenal dengan Nawa Cita menjadi rancangan awal RPJMN 2015-2019 yang sudah disusun sebelumnya.

"Setelah dilaporkan ke Sidang Kabinet, lalu dimusyawarahkan di Musrenbang Regional dari tanggal 6-16 Desember lalu di 5 wilayah, yakni Palu, Ambon, Mataran, Belitung dan Tarakan mewakili masing-masing koridor ekonomi," katanya.

Dalam Musrenbang Regional, lanjutnya, pemerintah banyak dihujani masukan, kritik dan saran bagi penyempurnaan RPJMN lima tahun mendatang. Di sisi lain, Bappenas juga melakukan Musrenbang secara virtual.

Andrinof menjelaskan, selanjutnya rancangan RPJMN akan disempurnakan kembali dari seluruh pemangku kepentingan pada hari ini melalui Musrenbangnas. Lantaran, rancangan RPJMN ditargetkan masuk ke meja Presiden Jokowi pada awal Januari 2015.

"Supaya bisa ditetapkan rancangan ini menjadi RPJMN melalui Peraturan Presiden pada minggu ketiga Januari tahun depan," katanya. 

Murembangnas 2015 di Jakarta ini merupakan puncak setelah roadshow Musrenbang Regional di lima kota yang dilakukan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan (PPN) Nasional/Bappenas.

Pada kesempatan ini, beberapa menteri Kabinet Kerja Pemerintahan Jokowi-JK memberikan pemaparannya. Menteri PPN/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago misalnya, menyampaikam pemaparannya terkait terkait agenda prioritas selama lima tahun mendatang.

Pemaparan selanjutnya disampaikan Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan terkait pembangunan pendidikan, kesehatan dan kebudayaan. 

Kemudian Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indroyono Soesilo soal implementasi RPJMN dalam Pembangunan Kemaritiman.  Lalu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil menyampaikan masalah implementasi  di kedaulatan pangan, perindustrian dan dukungan pembangunan infrastruktur.

Sementara Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Tedjo Edy Purdjianto menyangkut implemnetasi reformasi birokrasi dan penegakan hukum. Selanjutnya, Musrembangnas 2015 yang dibuka Presiden Jokowi ini akan diakhiri dengan pengarahan dan penutupan oleh Wapres JK.

Editor : Surya