Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Tergiur Harga Mobil Mewah Murah, Sejumlah PNS dan Dokter di Tanjungpinang Tertipu
Oleh : Charles Sitompul
Senin | 07-10-2013 | 20:44 WIB
rental-mobil.jpg Honda-Batam
Ilustrasi.

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Sejumlah PNS dan dokter di Tanjungpinang tertipu sindikat penjualan mobil mewah murah dari Provinsi Banten. Tragisnya, kendati sudah ditipu, mereka enggan membuat laporan ke Polisi karena merasa malu dan takut karena diduga sindikat penipuan ini sendiri melibatkan oknum aparat keamanan.

Salah seorang korban, Id di Tanjungpinang mengaku dirinya tergiur membeli sebuah mobil Nissan Grand Livina berplat nomor A asal Serang, Banten itu karena ditawari seorang caleg dari salah satu partai politik yang juga warga Tanjungpinang berinisial Af.

Harga mobil yang ditawarkan Af sangat murah dibanding dengan harga umumnya, apalagi pelunasan mobil dapat dicicil hingga satu tahun.

"Untuk Grand Livina ditawari Rp.140 juta dikredit selama satu tahun dengan uang muka antara Rp60-80 juta. Padahal harga tunai di pasaran saat ini, mobil itu dibanderol Rp160 juta per unit. Atas dasar itu saya tergiur membelinya," kata Id, seorang PNS di Tanjungpinang kepada BATAMTODAY.COM, belum lama ini.

Saat menawarkan, Af mengatakan cukup hanya membayar uang muka antara Rp60-80 juta, dan pembayaran cicilan per bulannya diatur. Mobil dan STNK langsung bisa dibawa, sedangkan BPKB dipegang oleh Af dengan alasan akan diberikan setelah kredit lunas.

Namun apa lacur, dua bulan setelah dikredit, tiba-tiba seroang oknum anggota salah satu kesatuan yang mengaku kuasa dari sebuah lembaga pembiayaan, PT M di Serang, Banten mendatangi Id dan menyatakan akan menarik mobil yang telah dikreditkan Af kepadanya karena pembayaran kreditnya di leasing saat ini menunggak.

Atas dasar itu, Id pun merasa terkejut. Apalagi dengan sedikit memaksa, oknum tersebut yang mengaku bekerja sama dengan oknum satu kesatuan di Tanjungpinang itu, mengancam akan melaporkan Id ke Polisi dengan tuduhan menadah mobil bermasalah dari Serang, Banten.

"Ketika hal ini kami tanya ke Af selaku orang yang mengkreditkan Mobil, saat ini Af menghilang entah kemana. Jadi kami sangat bingung ini, sementara uang dan pembayaran kredit sudah kami setorkan pada Af," kata Id lagi yang akhirnya terpaksa menyerahkan mobil tersebut.

Id mengaku, selain dirinya, masih ada 7 orang lagi korban dengan kejadian yang sama, dan sampai saat ini mereka masih sedang menunggu pertanggungjawaban Af yang sempat membuat surat pernyataan bersedia mengganti kerugian para PNS dan dokter yang membeli dan mengkredit mobil kepadanya.

"Ada 7 orang lainnya yang membeli dan mengkredit mobil Xenia, Grand Livina bahkan Fortuner dari Af. Saat ini kami sedang menunggu pertanggungjawaban Af ini, karena dia mengaku bersedia bertanggungjawab atas semua kerugian kami, dan jika dia tidak bertanggung jawab maka nanti kami akan melapor ke Polisi," terang Id.

Salah seorang anggota Polisi di Tanjungpinag yang dikonfirmasi, membenarkan adanya informasi penipuan penjualan mobil dengan harga murah tersebut. Namun hingga saat ini, diakuinya belum ada dari sejumlah korban itu yang melaporkan secara resmi.

"Informasi itu pernah kami dengar tapi sampai saat ini laporan tentang penipuan dengan modus kredit mobil di bawah harga pasar itu belum ada yang melaporkan," kata dia sambil meminta agar namanya tidak dipublikasikan.

Editor: Dodo