Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Empat Bocah Tewas di Bengkong

Masih Cari Bukti Lain, Polisi Belum Berani Kaitkan dengan Kasus Kriminal
Oleh : Hendra Zaimi
Senin | 04-03-2013 | 08:21 WIB

BATAM, batamtoday - Tim gabungan dari Ditreskrimum Polda Kepri dan Satreskrim Polresta Barelang yang melakukan penyilidikan terhadap kasus kematian empat bocah Bengkong, yang ditemukan di dalam mobil sedan Subaru Legacy BM 1306 XS yang terparkir di Pasar Cik Puan, Kamis (28/2/2013) malam, masih terus melakukan penyelidikan dengan mencari bukti-bukti lain di balik kasus tersebut.


"Kami masih mencari bukti-bukti lain guna mendukung penyilidikan yang telah dilakukan saat ini," kata Direktur Reskrim Umum (Ditreskrimum) Polda Kepri, Kombes Pol Fadil, kepada batamtoday, Sabtu (2/3/2013) di Mapolresta Barelang.

Disinggung ada tidaknya dugaan tindak pidana dalam kasus ini, pihaknya, kata Fadil, masih belum menyimpulkan penyidikan yang telah dilakukan ada kaitan dengan kejadian kriminal, terlebih ke kasus seperti pembunuhan.

"Tindak pidana atau bukan, adanya kesimpulan kasus pembunuhan atau bukan, penyidikan masih belum mengarah ke sana," ujarnya.

Menurut Fadil, pihaknya masih mendalami kasus tersebut, baik dari hasil visum, pemeriksaan saksi-saksi sambil menunggu hasil forensik atas otopsi keempat korban yang telah dilakukan tim labfor Mabes Polri.

"Bukti-bukti lain dari otopsi ataupun mobil yang telah diamankan dari TKP masih terus ditunggu untuk mendapatkan hasil dari penyidikan ini," tegas Fadil.

Aparat kepolisian sendiri terlihat sangat berhati-hati dalam melakukan proses penyidikan, bahkan menganggap kasus ini merupakan kasus besar dan perlu waktu dalam mengungkapnya apalagi mengaitkan dengan tindak kriminal.

Sebelumnya, Kombes M. Fadil dalam konferensi pers bersama pihak keluarga korban di Mapolresta Barelang, Sabtu (2/3/2013), mengatakan, hasil pemeriksaan sementara yang dilaksanakan pihak kepolisian terhadap penyidikan tewasnya empat bocah Bengkong, Maria Yelsan Fenge (6), Cosmas Ferson (4), Wihelmus Rudi (3) dan Aprileus Ama Mado (5), berdasarkan hasil visum et repertum disebutkan karena asfiksia atau kekurangan oksigen di dalam tubuh.

"Hasil keterangan sementara dari visum et repertum yang telah dilaksanakan, keempat korban meninggal karena asfiksia," kata Fadil.

Namun, dia menegaskan, ini masih hasil keterangan sementara sambil menunggu hasil forensik dari tim Labfor Mabes Polri yang telah melakukan otopsi terhadap jazad keempat jenazah korban kemarin.

"Penyidikan ini dilakukan secara komprehensif, sebab tak hanya pemeriksaan melalui visum dan forensik saja, tapi juga dari pemeriksaan saksi-saksi dari peristiwa yang telah terjadi," jelasnya.

Editor: Dodo