Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

MPR Perbarui Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar 2026, Penilaian Kini Lebih Ketat
Oleh : Irawan
Minggu | 14-06-2026 | 16:32 WIB
LCCR_4Pilar.jpg Honda-Batam
Plt Sekjen Siti Fauziah, menyerahkan piala dan medali kepada SMAN 2 Katingan Kuala sebagai Juara I LCC Empat Pilar MPR RI tingkat SMA se-Provinsi Kalimantan Tengah di Kalawa Convention Hall, Palangka Raya, Sabtu 13 Juni 2026 (Foto: Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Jakarta-Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) melakukan sejumlah pembaruan dalam penyelenggaraan lomba cerdas cermat (LCC) empat pilar 2026. Inovasi tersebut mencakup sistem penilaian yang lebih transparan, penguatan mekanisme pengawasan, hingga penambahan kategori penghargaan baru untuk peserta

Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal MPR Siti Fauziah, mengatakan perubahan ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas kompetisi sekaligus memastikan proses penilaian berlangsung objektif dan akuntabel.

"Salah satu inovasi utama pada LCC empat pilar 2026 adalah penerapan sistem monitoring yang memungkinkan panitia dan dewan juri melakukan peninjauan ulang terhadap jalannya perlombaan," ujar Siti Fauziah dikutip, Minggu (14/6/206).

Melalui sistem tersebut, setiap proses lomba dapat direkam sehingga apabila muncul perbedaan pendapat atau keberatan terkait hasil penilaian, panitia memiliki data yang dapat digunakan untuk melakukan verifikasi.

"Langkah ini diambil agar seluruh peserta mendapatkan perlakuan yang adil selama kompetisi berlangsung,"lanjut Siti.

Selain sistem monitoring, MPR juga mewajibkan seluruh dewan juri menggunakan headphone monitor saat perlombaan berlangsung.

Kebijakan ini diterapkan untuk memastikan setiap jawaban peserta terdengar dengan jelas dan mengurangi risiko kesalahan dalam proses penilaian.

Menurut Titi, sapaan akrab Siti Fauziah, evaluasi teknis dilakukan secara menyeluruh berdasarkan pengalaman penyelenggaraan pada tahun-tahun sebelumnya.

"Penggunaan headphone menjadi kewajiban agar juri dapat mendengarkan jawaban peserta dengan lebih jelas," ujarnya.

Perbaikan lain yang dilakukan adalah memperluas keterlibatan juri dari daerah. Langkah ini bertujuan memperkuat kualitas penilaian sekaligus memberikan ruang partisipasi yang lebih besar bagi berbagai unsur pendidikan di daerah dalam penyelenggaraan kompetisi nasional tersebut.

Dengan melibatkan lebih banyak juri daerah, proses penilaian diharapkan semakin representatif dan berimbang.

Pada penyelenggaraan tahun ini, MPR juga menghadirkan kategori penghargaan baru berupa apresiasi yel-yel terbaik.

Penghargaan tersebut diberikan kepada peserta yang mampu menampilkan kreativitas, semangat kebangsaan, dan identitas budaya daerah melalui yel-yel yang dibawakan sebelum lomba dimulai.

Penilaian tidak hanya berfokus pada semangat peserta, tetapi juga memperhatikan unsur nasionalisme, budaya lokal, serta kemampuan memadukan penggunaan bahasa daerah, bahasa Indonesia, dan bahasa asing secara proporsional.

Siti Fauziah berharap kategori yel-yel terbaik dapat terus dipertahankan hingga babak grand final yang akan digelar di Jakarta.

"Kompetisi tidak hanya menjadi sarana menguji pemahaman peserta terhadap nilai-nilai empat pilar, tetapi juga ruang untuk mengembangkan kreativitas dan ekspresi kebangsaan generasi muda," tambah Siti.

Editor: Surya