Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Setelah Kembali ke Indonesia, Jemaah Haji Harus Jadi Teladan dan Agen Perubahan
Oleh : Saibansah
Minggu | 14-06-2026 | 14:33 WIB
1406_jemaah-haji-indonesia-2026.jpg Honda-Batam
Ratusan ribu jemaah haji Indonesia berbaur dengan jutaan jemaah haji dari berbagai negara saat wukuf di Muzdalifah. (Foto: MCH PPIH Arab Saudi 2026)

BATAMTODAY.COM, Makkah - Direktur Bina Haji Khusus dan Umrah Kementerian Agama, Akhmad Fauzin, mengajak jemaah haji Indonesia untuk menjadi teladan di tengah masyarakat setelah kembali dari Tanah Suci. Menurut dia, kemabruran haji tidak hanya tercermin dalam peningkatan kualitas ibadah, tetapi juga melalui perilaku dan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar.

Pesan tersebut disampaikan Fauzin setelah rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) selesai dilaksanakan. Ia menilai lebih dari 220.000 jemaah haji Indonesia memiliki peran penting dalam membawa nilai-nilai kebaikan ke tengah kehidupan bermasyarakat.

"Kami berharap jemaah haji yang kembali ke Tanah Air dapat menjadi teladan serta memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara," ujar Fauzin di Makkah, Arab Saudi, Selasa (2/6/2026) lalu.

Menurut dia, salah satu tanda kemabruran haji adalah meningkatnya kualitas perilaku dan bertambahnya amal kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai yang diperoleh selama menjalankan ibadah haji diharapkan tetap terjaga dan diterapkan setelah kembali ke Indonesia.

Fauzin mengatakan, keteladanan dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk kepedulian sosial, penguatan semangat gotong royong, menjaga persatuan, serta meningkatkan kedisiplinan dalam kehidupan bermasyarakat.

Ia juga mendorong para jemaah untuk menjadi pelopor dalam kegiatan sosial, keagamaan, dan kemasyarakatan sehingga manfaat ibadah haji tidak hanya dirasakan secara pribadi, tetapi juga oleh masyarakat luas.

Selain itu, Fauzin menekankan pentingnya ketaatan terhadap aturan sebagai bagian dari implementasi nilai-nilai keimanan. Menurutnya, sikap tersebut dapat membantu menciptakan lingkungan yang harmonis, baik di dalam keluarga maupun masyarakat.

Pengalaman berinteraksi dengan umat Islam dari berbagai negara selama musim haji, lanjut dia, juga dapat menjadi bekal untuk memperkuat sikap toleransi, kebijaksanaan, dan penghargaan terhadap perbedaan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia berharap seluruh jemaah haji Indonesia dapat menjaga kemabruran hajinya serta menjadi agen perubahan yang mampu membawa dampak positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

"Ketika kembali ke Tanah Air, jemaah diharapkan tetap istiqomah dalam menjalankan ajaran agama serta terus meningkatkan kualitas ibadah dan kepedulian sosial," kata Fauzin.

Editor: Dardani