Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Kemenag Buka Beasiswa S3 BIB 2026, Gandeng ICRS Cetak Doktor Lintas Agama Berkelas Global
Oleh : Redaksi
Senin | 18-05-2026 | 15:08 WIB
Beasiswa-S3-BIB-2026.jpg Honda-Batam
Kemenag bekerja sama dengan ICRS membuka program partnership beasiswa doktor (S3) sebagai bagian dari Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Kemenag 2026. (Kemenag)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Kementerian Agama Republik Indonesia bekerja sama dengan Indonesian Consortium for Religious Studies (ICRS) membuka program partnership beasiswa doktor (S3) sebagai bagian dari Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Kemenag 2026.

Program tersebut menjadi langkah strategis Kementerian Agama dalam memperkuat kontribusi kajian keagamaan Indonesia di tingkat internasional melalui pengembangan riset lintas agama berbasis perspektif lokal dan pendekatan global.

Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Kemenag, Ruchman Basori, mengatakan program itu dirancang untuk melahirkan doktor lintas agama yang mampu menjawab tantangan global melalui pendekatan studi agama yang interdisipliner.

"Program ini menargetkan lahirnya doktor lintas agama berkelas global dengan perspektif lokal. Serta, turut mempromosikan perdamaian, keadilan, dan keberlanjutan melalui studi agama interdisipliner," ujar Ruchman di Jakarta, belum lama ini.

Program tersebut merupakan bagian dari Beasiswa Unggulan Keagamaan Strata-3 Dalam Negeri yang difokuskan untuk mencetak peneliti dengan kapasitas akademik kuat dalam mengembangkan peran agama pada isu-isu strategis, seperti perdamaian, keadilan sosial, dan keberlanjutan.

Melalui pendekatan interdisipliner, peserta diharapkan mampu menghasilkan riset orisinal dengan metodologi mutakhir yang relevan terhadap perkembangan dan tantangan global.

Ruchman menegaskan, pendekatan dalam program tersebut juga diarahkan untuk memperkuat perspektif keilmuan yang inklusif dan kontekstual. "Kami ingin menghadirkan lulusan yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga mampu membawa perspektif lokal ke panggung global, terutama dalam membangun narasi keagamaan yang moderat dan solutif," ungkapnya.

Ia menjelaskan, ICRS merupakan konsorsium yang menggabungkan tiga perguruan tinggi ternama di Yogyakarta, yakni Universitas Gadjah Mada, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, dan Universitas Kristen Duta Wacana. "ICRS ini mengkonsolidasikan tiga kekuatan universitas ternama di Yogyakarta yaitu Universitas Gadjah Mada, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta. Para pendaftar beasiswa bisa kuliah di salah satu dari tiga kampus tersebut sebagai tempat studi setelah dinyatakan lulus seleksi BIB Kemenag," jelas Ruchman.

Peserta program dapat memilih salah satu program doktor yang tersedia, yakni Inter-Religious Studies di UGM, Islamic Thought and Muslim Societies di UIN Sunan Kalijaga, atau program doktor teologi di UKDW.

Melalui skema tersebut, Kemenag berharap pendidikan tinggi keagamaan mampu melahirkan pemimpin intelektual yang berkontribusi terhadap transformasi sosial di tingkat nasional maupun global.

Pendaftaran program dibuka hingga 31 Mei 2026. Informasi lengkap mengenai persyaratan dan jadwal dapat diakses melalui Portal Beasiswa Kemenag dan ICRS Yogyakarta. Sementara proses pendaftaran dilakukan melalui Portal Pendaftaran Beasiswa LPDP Terintegrasi.

Editor: Gokli