Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Putra Tri Ramadani Ukir Sejarah, Raih Emas Panjat Tebing Lead World Climbing Series Praha 2026
Oleh : Redaksi
Senin | 08-06-2026 | 15:28 WIB
Putra-Tri-Ramadani.jpg Honda-Batam
Atlet panjat tebing Indonesia, Putra Tri Ramadani, berhasil meraih medali emas pada nomor lead dalam ajang World Climbing Series Praha 2026 yang digelar di Ceko, Senin (8/6/2026) dini hari WIB. (Kemenpora)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Atlet panjat tebing Indonesia, Putra Tri Ramadani, mencatatkan sejarah baru dengan meraih medali emas pada nomor lead dalam ajang World Climbing Series Praha 2026 yang digelar di Ceko, Senin (8/6/2026) dini hari WIB.

Putra menjadi atlet Indonesia pertama yang berhasil menjuarai nomor lead pada ajang tersebut setelah tampil unggul pada babak final menghadapi tujuh pemanjat elite dunia. Ia berhasil mencatat skor 43, yang mengantarkannya ke podium tertinggi.

Pada final tersebut, Putra harus bersaing dengan sejumlah atlet papan atas dunia, di antaranya Sorato Anraku, Neo Suzuki, dan Satone Yoshida dari Jepang, Adam Ondra dari Ceko, Luka Potocar dari Slovenia, Filip Schenk dari Italia, serta Jakob Schubert dari Austria. Posisi kedua diraih Neo Suzuki dengan skor 39, sementara Jakob Schubert menempati peringkat ketiga dengan skor 37.

Putra, yang berasal dari Jawa Timur, tampil konsisten dan mampu mengatasi tingkat kesulitan jalur yang tinggi pada babak final. Ia menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang berhasil menembus final disiplin lead pada seri Praha 2026 tersebut.

Sebelumnya, pada September 2025, Putra juga pernah tampil di final lead putra World Climbing Series Koper 2025 di Slovenia, namun kala itu ia hanya menempati peringkat keenam dengan skor 40+.

Putra mengaku sangat bersyukur atas pencapaian emas pertamanya di ajang dunia tersebut. Ia menyebut final di Praha sebagai salah satu rute tersulit yang pernah ia hadapi. "Ini final kedua saya dan emas pertama, tentu sangat bahagia karena rute di final sangat sulit terutama di bagian atas sampai tangan saya pump (kelelahan genggaman)," ujar Putra.

Meski meraih prestasi bersejarah, atlet yang akrab disapa Srondeng itu menegaskan tidak ingin cepat berpuas diri. Ia menyatakan masih banyak aspek teknis yang perlu diperbaiki, terutama dalam membaca jalur dan mengatasi rasa gugup saat bertanding.

"Pekerjaan rumahnya adalah saat orientasi jalur dan mengatasi rasa grogi," katanya.

Putra menambahkan, keberhasilan ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan performa dan mengharumkan nama Indonesia di kancah panjat tebing dunia.

Editor: Gokli