Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Publikasi Internasional PTKIN Meningkat, UIN Sunan Kalijaga Pimpin Kinerja Scopus 2025-2026
Oleh : Redaksi
Jum\'at | 29-05-2026 | 11:08 WIB
sahiron1.jpg Honda-Batam
Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama, Sahiron. (Kemenag)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Kinerja publikasi internasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) menunjukkan tren positif dalam dua tahun terakhir. Peningkatan jumlah publikasi ilmiah dan sitasi internasional yang terindeks Scopus pada periode 2025-2026 menjadi indikator menguatnya budaya riset dan reputasi akademik PTKIN di tingkat global.

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama, Sahiron, mengatakan peningkatan publikasi internasional tersebut mencerminkan kontribusi aktif PTKIN dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan percakapan akademik dunia. "Peningkatan publikasi dan sitasi internasional ini menunjukkan bahwa PTKIN semakin aktif berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan percakapan akademik global. Ini bukan hanya soal angka, tetapi juga kualitas, relevansi, dan dampak keilmuan," ujar Sahiron melalui keterangan tertulis, Kamis (28/5/2026).

Berdasarkan data Scopus dan SciVal 2025-2026, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mencatatkan kinerja tertinggi pada kategori scholarly output dengan total 426 dokumen internasional.

Posisi berikutnya ditempati UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan 415 dokumen dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sebanyak 351 dokumen.

Pada kategori sitasi internasional, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta kembali menempati posisi teratas dengan total 898 sitasi. Sementara itu, UIN Sunan Gunung Djati Bandung mencatatkan 502 sitasi dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memperoleh 442 sitasi.

Sahiron menilai capaian tersebut merupakan hasil dari penguatan ekosistem riset di lingkungan PTKIN, mulai dari peningkatan kapasitas dosen, kolaborasi internasional, dukungan jurnal bereputasi, hingga penguatan tata kelola penelitian. "Kami terus mendorong PTKIN agar tidak hanya fokus pada kuantitas publikasi, tetapi juga kualitas riset yang mampu memberikan solusi atas persoalan masyarakat, bangsa, dan dunia Islam kontemporer," katanya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara dan lintas disiplin ilmu sebagai strategi memperkuat posisi PTKIN dalam peta pendidikan tinggi dunia.

Menurutnya, publikasi internasional menjadi instrumen strategis dalam meningkatkan reputasi akademik kampus, memperluas jejaring keilmuan global, sekaligus memperkuat kontribusi Indonesia dalam pengembangan studi Islam moderat dan transformatif. "Budaya riset harus menjadi napas akademik kampus agar PTKIN mampu menjadi pusat unggulan keilmuan Islam di tingkat dunia," tambahnya.

Secara keseluruhan, total scholarly output PTKIN pada periode 2025-2026 mencapai 2.241 dokumen dengan total 3.075 sitasi internasional. Capaian tersebut menunjukkan semakin kuatnya kontribusi PTKIN dalam pengembangan ilmu pengetahuan berbasis nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan universal.

Editor: Gokli