Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Pemerintah Perkuat Akses Kuliah bagi Mahasiswa Kurang Mampu Lewat KIP Kuliah dan BSI Talenta
Oleh : Redaksi
Jum\'at | 05-06-2026 | 11:08 WIB
Brian-Yuliarto2.jpg Honda-Batam
Mendiktisaintek Brian Yuliarto, saat menghadiri Kick Off BSI Talenta KIP Kuliah yang digelar di Grha Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Kamis (4/6/2026). (Kemdiktisaintek)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menegaskan bahwa kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi faktor utama yang menentukan kemajuan Indonesia di masa depan. Karena itu, pemerintah terus memperluas akses pendidikan tinggi melalui berbagai program strategis, salah satunya Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.

Pernyataan tersebut disampaikan Brian saat menghadiri Kick Off BSI Talenta KIP Kuliah yang digelar di Grha Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Kamis (4/6/2026).

Menurut Brian, pendidikan tinggi, penguasaan ilmu pengetahuan, sains, dan teknologi merupakan fondasi penting untuk meningkatkan daya saing bangsa di tengah persaingan global. Hal itu sejalan dengan arah pembangunan nasional yang menempatkan penguatan sumber daya manusia sebagai prioritas utama.

"Tentunya ini menjadi cita-cita bersama bagaimana Indonesia dapat sejajar dengan negara-negara maju. Selain ketahanan pangan dan energi, faktor yang paling menentukan adalah kualitas sumber daya manusianya," ujar Brian.

Ia menambahkan, pemerintah berkomitmen memastikan seluruh anak bangsa memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan tinggi, tanpa terhambat kondisi ekonomi keluarga.

Dalam kesempatan tersebut, Brian juga mengapresiasi dukungan Bank Syariah Indonesia (BSI) yang turut berkontribusi memperluas akses pendidikan melalui program BSI Talenta KIP Kuliah. Menurutnya, program tersebut tidak hanya membantu mahasiswa melanjutkan pendidikan, tetapi juga mendorong pengembangan kompetensi dan kesiapan memasuki dunia kerja.

Sementara itu, Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, mengatakan program BSI Talenta KIP Kuliah merupakan bentuk sinergi antara BSI dan Kemdiktisaintek dalam mendukung pemerataan pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas SDM Indonesia.

Ia menjelaskan, program tersebut diberikan kepada 500 mahasiswa penerima manfaat yang terpilih dari lebih dari 1.000 pendaftar yang berasal dari 172 perguruan tinggi di Indonesia.

Menurut Anggoro, BSI Talenta KIP Kuliah tidak hanya menyediakan dukungan pendidikan bagi mahasiswa penerima KIP Kuliah, tetapi juga menghadirkan program pembinaan khusus bagi mahasiswa tingkat akhir guna mempersiapkan karier setelah lulus.

"Harapannya, setelah memperoleh akses pendidikan tinggi, para mahasiswa dapat menyelesaikan studinya dengan baik, siap memasuki dunia kerja, dan mampu mencapai kemandirian ekonomi," kata Anggoro.

Program tersebut dirancang untuk membantu mahasiswa meningkatkan keterampilan, memperkuat kesiapan kerja, serta membuka peluang yang lebih besar untuk keluar dari lingkaran kemiskinan melalui pendidikan.

Melalui peluncuran BSI Talenta KIP Kuliah, Kemdiktisaintek menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan sektor perbankan dalam mendukung pemerataan akses pendidikan tinggi.

Pemerintah berharap sinergi lintas sektor dapat memperkuat dukungan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu sehingga semakin banyak generasi muda Indonesia yang memiliki kesempatan meraih pendidikan tinggi dan berkontribusi dalam pembangunan bangsa.

Dengan perluasan akses pendidikan dan penguatan kapasitas mahasiswa, pemerintah optimistis dapat mencetak sumber daya manusia unggul yang mampu bersaing di tingkat global sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia maju.

Editor: Gokli