Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

PON XXII 2028 Resmi Digelar di DKI Jakarta, NTB dan NTT, Menpora Tekankan Tata Kelola Transparan
Oleh : Redaksi
Kamis | 25-06-2026 | 14:48 WIB
pon-2028.jpg Honda-Batam
Menpora Erick Thohir menyerahkan Surat Keputusan (SK) Penetapan Tuan Rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT). (Kemenpora)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menyerahkan Surat Keputusan (SK) Penetapan Tuan Rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Penyerahan tersebut menjadi tanda dimulainya persiapan penyelenggaraan ajang olahraga nasional terbesar di Indonesia.

SK penetapan tuan rumah diserahkan dalam pertemuan koordinasi yang dihadiri Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, serta Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Senayan, Jakarta, Selasa (23/6/2026).

Selain SK penetapan tuan rumah, Menpora juga menyerahkan surat pengantar yang menjadi pedoman awal pelaksanaan PON XXII Tahun 2028.

Menurut Erick, pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah agar seluruh tahapan persiapan berjalan sesuai rencana. "Pertemuan hari ini merupakan langkah awal yang sangat penting dalam membangun sinergi antara pemerintah pusat dan daerah untuk menyukseskan penyelenggaraan PON XXII Tahun 2028. Kita ingin memastikan seluruh proses persiapan berjalan baik, terukur, dan sesuai dengan arah kebijakan pembangunan olahraga nasional," ujar Erick.

Tekankan Tata Kelola yang Akuntabel

Dalam arahannya, Menpora menegaskan pentingnya penyelenggaraan PON yang mengedepankan tata kelola yang transparan, akuntabel, dan bebas dari persoalan administrasi yang pernah menjadi catatan pada pelaksanaan sebelumnya.

"Melalui koordinasi dan konsolidasi ini, kami berharap seluruh tahapan persiapan dapat berjalan dengan baik. Aspek administrasi harus dikelola secara transparan dan akuntabel sehingga berbagai permasalahan yang pernah terjadi pada penyelenggaraan sebelumnya tidak terulang kembali," tegasnya.

Erick juga meminta agar cabang olahraga yang menjadi prioritas pembinaan nasional dipastikan masuk dalam daftar pertandingan PON XXII sebagai bagian dari strategi peningkatan prestasi olahraga Indonesia di level internasional. "Saya meminta agar cabang-cabang olahraga unggulan yang menjadi prioritas pembinaan nasional dapat dipastikan untuk dipertandingkan. Kita juga perlu melakukan pemetaan ulang terhadap potensi dan prestasi olahraga Indonesia sebagai bagian dari persiapan menuju SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade," katanya.

Ia menjelaskan pembahasan mengenai cabang olahraga, sistem kompetisi, regulasi perpindahan atlet, hingga penentuan nomor pertandingan akan dilakukan bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) agar menghasilkan standar kompetisi yang lebih baik dan terukur.

Prioritaskan Revitalisasi Venue

Menpora juga meminta pemerintah daerah segera menyampaikan kebutuhan sarana dan prasarana olahraga yang memerlukan revitalisasi.

Menurut Erick, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai efisiensi anggaran, pemerintah akan lebih memprioritaskan optimalisasi dan perbaikan fasilitas olahraga yang telah tersedia dibandingkan membangun venue baru.

Langkah tersebut diharapkan mampu menekan biaya penyelenggaraan sekaligus memastikan pemanfaatan infrastruktur olahraga yang sudah ada dapat berlangsung lebih maksimal.

Perbaiki Ekosistem Olahraga Nasional

Selain membahas persiapan PON XXII Tahun 2028, Erick mengungkapkan bahwa Kemenpora juga mendapat arahan dari Presiden untuk melakukan pembenahan menyeluruh terhadap ekosistem olahraga nasional.

Perbaikan tersebut mencakup pembinaan atlet, peningkatan kesejahteraan, sistem penghargaan, bonus prestasi, hingga program jaminan masa depan bagi atlet setelah tidak lagi aktif bertanding. "Kami mendapat amanat dari Presiden untuk terus memperbaiki ekosistem olahraga nasional. Tidak hanya terkait pembinaan dan prestasi, tetapi juga menyangkut kesejahteraan atlet, bonus, hingga dukungan atlet setelah tidak aktif agar semakin baik ke depannya," ungkap Erick.

Melalui koordinasi awal tersebut, pemerintah berharap penyelenggaraan PON XXII Tahun 2028 di DKI Jakarta, NTB, dan NTT tidak hanya sukses sebagai ajang kompetisi olahraga nasional, tetapi juga menjadi momentum memperkuat pembinaan atlet, meningkatkan prestasi olahraga Indonesia, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor olahraga.

Editor: Gokli