Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Hardiknas 2026, Partisipasi Kolektif sebagai Kunci Pendidikan Bermutu
Oleh : Opini
Senin | 04-05-2026 | 10:28 WIB
0405_foto-opini-gabriel-sianturi.jpg Honda-Batam
Gabriel Anggito Sapto Sianturi, Anggota Komisi II DPRD Kota Batam dari Fraksi PDI Perujuangan. (Istimewa)

Oleh: Gabriel Anggito Sapto Sianturi

Peringatan Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei 2026 tidak semestinya dimaknai sebagai seremoni tahunan semata, melainkan sebagai momentum reflektif atas tanggung jawab kolektif dalam memajukan pendidikan. Pendidikan bukan hanya menjadi domain sekolah, guru, atau pemerintah, tetapi merupakan urusan bersama seluruh elemen masyarakat.

Tema tahun ini, "Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua", menegaskan bahwa transformasi pendidikan hanya dapat terwujud melalui keterlibatan aktif semua pihak. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan tidak berdiri secara independen, melainkan berkembang dalam suatu ekosistem yang saling terhubung.

Ekosistem tersebut mencakup peran orang tua yang hadir dalam proses tumbuh kembang anak, komunitas yang memiliki kepedulian sosial, dunia usaha yang membuka akses dan peluang, serta masyarakat luas yang bersikap responsif terhadap isu pendidikan. Dengan demikian, kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh sinergi berbagai elemen tersebut.

Seorang pemerhati pendidikan menyatakan, "Pendidikan bermutu akan tercapai ketika seluruh pihak merasa memiliki tanggung jawab yang sama dan berkontribusi sesuai kapasitasnya". Pernyataan ini menegaskan bahwa akses terhadap pembelajaran yang layak, lingkungan belajar yang aman dan inklusif, serta pemanfaatan teknologi secara bijak merupakan indikator nyata dari pendidikan berkualitas.

Momentum Hardiknas juga mengingatkan bahwa setiap kontribusi, sekecil apa pun, memiliki dampak signifikan. Tindakan sederhana seperti mengajar satu anak, mendukung satu program pendidikan, atau membuka satu peluang belajar merupakan bagian dari upaya kolektif dalam menciptakan perubahan.

Dengan demikian, pendidikan bermutu bukan sekadar konsep normatif, melainkan hasil dari partisipasi aktif dan berkelanjutan seluruh komponen masyarakat.

Penulis adalah Anggota Komisi II DPRD Kota Batam dari Fraksi PDI Perujuangan