Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Laka Maut Pikap Santri di Nongsa, Yayasan Pesantren Alfadllu 7 Bungkam
Oleh : Aldy
Senin | 04-05-2026 | 11:08 WIB
0405_laka-maut-santri-nongsa1.jpg Honda-Batam
Ilustrasi.

BATAMTODAY.COM, Batam - Kecelakaan lalu lintas tunggal yang melibatkan mobil pikap milik Yayasan Pesantren Alfadllu 7 di Jalan Citra Lautan Teduh (CLT), Batu Besar, Nongsa, Batam, Jumat (1/5/2026), menewaskan satu santri dan melukai belasan lainnya.

Namun, di tengah proses hukum yang berjalan, pihak yayasan hingga kini belum memberikan penjelasan resmi, memicu pertanyaan publik terkait tanggung jawab institusi.

Direktur Lalu Lintas Polda Kepri, Kombes Pol Taufiq Lukman Nurhidayat, memastikan polisi telah menetapkan satu tersangka berinisial MHM (23), yang merupakan guru mengaji di pesantren tersebut. "Tersangka sudah ditetapkan satu orang yakni MHM (23), guru ngaji, dan sudah dilakukan penahanan di Satlantas Polresta Barelang," ujarnya, Minggu (3/5/2026).

Ia menambahkan, penyelidikan masih dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan. "Penanganan perkara ini ditangani oleh Polresta Barelang," tegasnya.

Korban meninggal dunia diketahui bernama Khulil Niki Iqbali. Kepala RS Bhayangkara Polda Kepri, AKP dr Leonardo, menyatakan korban sudah tidak bernyawa saat tiba di rumah sakit.

"Korban sampai RS Bhayangkara sudah meninggal dunia," ujarnya.

Selain itu, sebanyak 12 santri lainnya masih menjalani perawatan akibat luka ringan hingga berat. "Ada 12 korban lagi masih dirawat," tambahnya.

Kecelakaan terjadi tidak jauh dari lingkungan pesantren, hanya beberapa ratus meter dari lokasi yayasan di Kampung Tengah, Batu Besar. Saat insiden berlangsung, mobil pikap tersebut mengangkut belasan santri dalam satu rombongan di bagian bak terbuka --praktik yang kembali dipertanyakan dari sisi keselamatan.

Seorang saksi mata menyebut kendaraan melaju dalam kecepatan tinggi sebelum akhirnya kehilangan kendali. "Mobilnya bawa banyak anak-anak, lajunya ugal-ugalan sebelum kecelakaan," ujarnya.

Korban sempat dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat sebelum dirujuk ke rumah sakit. "Ada yang dibawa ke Klinik Sahrial, ada juga langsung ke rumah sakit," tambah saksi.

Di tengah fakta tersebut, sikap tertutup pihak yayasan menjadi sorotan. Ketua Yayasan Pesantren Alfadllu 7 Batam, HM Kamaluddin, yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp belum memberikan respons hingga berita ini diterbitkan. Tidak ada penjelasan terkait asal dan tujuan perjalanan rombongan, maupun alasan penggunaan kendaraan bak terbuka untuk mengangkut belasan santri.

Ketiadaan klarifikasi ini memperkuat kritik publik terhadap minimnya akuntabilitas lembaga pendidikan dalam menjamin keselamatan peserta didik di luar lingkungan belajar. Di tengah proses hukum terhadap individu, pertanyaan lebih besar mengemuka: sejauh mana tanggung jawab institusi dalam tragedi yang merenggut nyawa tersebut.

Editor: Gokli