Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Pemerintah Siapkan Bali Jadi Pusat Keuangan Internasional, KEK Kura Kura Jadi Andalan
Oleh : Redaksi
Senin | 04-05-2026 | 12:08 WIB
Pusat-Keuangan.jpg Honda-Batam
Menko Airlangga Hartarto, saat meninjau pengembangan KEK Kura Kura Bali, Jumat (1/5/2026). (Kemenko Perekonomian)

BATAMTODAY.COM, Denpasar - Pemerintah mempercepat langkah menjadikan Bali sebagai pusat keuangan internasional melalui pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), khususnya di KEK Kura Kura Bali. Upaya ini ditegaskan dalam kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, bersama Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, serta COO Danantara, Dony Oskaria, di Denpasar, Jumat (1/5/2026).

Kunjungan tersebut menitikberatkan pada kesiapan KEK Kura Kura Bali sebagai lokasi pengembangan Indonesia Financial Center (IFC), yang merupakan bagian dari strategi nasional untuk meningkatkan daya saing ekonomi global. Langkah ini juga menjadi tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto.

Airlangga menegaskan bahwa pemerintah tengah memfinalisasi regulasi untuk mendukung pembentukan KEK sektor keuangan di Bali. "Kami sedang menyiapkan kerangka regulasi yang komprehensif, termasuk skema pengelolaan dan berbagai insentif agar mampu menarik investor global," ujarnya.

Menurut dia, pengembangan pusat keuangan internasional di Bali tidak berdiri sendiri, melainkan terintegrasi dengan sektor unggulan lain seperti pariwisata dan layanan kesehatan. Hal ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem ekonomi bernilai tambah tinggi.

Pengelola KEK Kura Kura Bali, Bali Turtle Island Development, memaparkan konsep Knowledge District sebagai fondasi utama kawasan. Kawasan ini dirancang untuk mengintegrasikan inovasi, pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia sebagai pendorong ekonomi baru.

Hingga Triwulan I 2026, KEK Kura Kura Bali telah mencatat realisasi investasi sebesar Rp1,62 triliun dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 2.146 orang. Pemerintah menargetkan percepatan penyelesaian proyek strategis lanjutan pada tahun ini guna mendukung operasional kawasan.

Selain itu, pemerintah juga mengoptimalkan KEK Sanur sebagai pusat health tourism yang melengkapi ekosistem ekonomi Bali. Fasilitas seperti Bali International Hospital dan rencana operasional The Solitaire Clinic pada 2026 menjadi bagian dari strategi menarik wisatawan medis internasional.

Secara kumulatif, KEK Sanur telah mencatat investasi sebesar Rp 5,37 triliun, menyerap 5.444 tenaga kerja, serta menarik hampir 280 ribu kunjungan wisatawan hingga awal 2026.

Langkah agresif pemerintah ini menegaskan arah kebijakan nasional untuk tidak hanya mengandalkan sektor pariwisata, tetapi juga menjadikan Bali sebagai simpul baru pusat keuangan global. Namun, efektivitas implementasi regulasi dan kesiapan infrastruktur menjadi faktor penentu keberhasilan ambisi tersebut.

Editor: Gokli