Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Kepatuhan Pada Orang Tua Hantarkan Fira dan Putri ke Kota Suci
Oleh : Saibansah
Jum\'at | 01-05-2026 | 10:48 WIB
naik-haji.jpg Honda-Batam
Fira dan Putri saat baru mendarat di Bandara Internasional Pangeran Mohammed bin Abdulaziz Madinah. (Foto: MCH PPIH Arab Saudi 2026)

BATAMTODAY.COM, Madinah - Di tengah arus kedatangan jemaah haji di Madinah yang tiada henti, dua perempuan muda tampak berjalan berdampingan. Wajah mereka lelah setelah perjalanan panjang, tetapi senyum hangat tak lepas dari bibir. Ada haru yang mereka bawa. Haru yang tidak hanya tentang perjalanan jauh, tetapi juga tentang perjalanan hidup keduanya yang berliku.

Mereka adalah Fira (27) dan Putri (29), kakak-beradik asal Medan. Tahun ini, keduanya menjejakkan kaki di Kota Nabi, Madinah Al Munawwarah, bukan sekadar untuk menunaikan rukun Islam kelima, tapi juga untuk melanjutkan mimpi yang tertunda, ya mimpi almharhum kedua orang tua mereka.

Orang tua Fira dan Putri telah lebih dulu berpulang. Sang ibu meninggal pada 2019, disusul sang ayah pada 2020. Sejak itu, harapan berhaji yang dulu mereka gantungkan berpindah tangan, dititipkan kepada anak-anaknya.

"Sebetulnya kami bukan menunggu giliran, tapi ini pelimpahan dari orang tua kami yang sudah meninggal," ujar Fira pelan, mengenang awal mula perjalanan ini.

Prosesnya tidak singkat. Setelah kepergian sang ayah, Fira mengurus perpindahan porsi haji ke Kementerian Agama. Di balik itu, ada tanggung jawab lain yang tak kalah besar. Ia dan Putri harus melanjutkan usaha keluarga, sekaligus merawat dua adik mereka yang masih membutuhkan perhatian, yang satu berusia 22 tahun, dan yang bungsu baru 15 tahun.

Hari-hari mereka diisi dengan kerja keras dan keteguhan. Fira tidak hanya berjuang melunasi biaya haji, tetapi juga menjaga kondisi fisik, membiasakan diri berjalan pagi dan sore, seolah menyiapkan tubuh dan hati untuk memenuhi panggilan suci ini.

Namun, di balik semua itu, ada satu hal yang terus menjadi penguat langkahnya: pesan terakhir sang ayah.
Fira masih mengingat jelas momen itu. Di tengah sakit yang diderita, sang ayah berpesan sederhana namun dalam, "Jaga adik-adikmu ya."

Kalimat itu kini menjadi kompas hidupnya. Ia menjaganya, merawatnya, dan menjadikannya alasan untuk tetap berdiri tegar hingga hari ini, di Bandara Internasional Pangeran Mohammed bin Abdulaziz Madinah.

Perjalanan ke Tanah Suci bagi Fira dan Putri bukan hanya soal ibadah, tetapi juga tentang membawa rindu. Doa-doa yang akan mereka panjatkan kelak, pertama-tama ditujukan untuk kedua orang tua mereka, sebuah bakti yang tak sempat mereka tunaikan semasa hidup.

Di antara jutaan harapan yang dibawa para jemaah, doa mereka sederhana namun penuh makna: memohon ampun dan tempat terbaik bagi ayah dan ibu.

Selebihnya, Fira menyelipkan harapan-harapan kecilnya sebagai seorang anak dan kakak. Ia berdoa agar diberikan kemudahan dalam hidup, dipertemukan dengan jodoh yang baik, serta masa depan yang cerah bagi adik-adiknya, termasuk si bungsu yang sebentar lagi akan melangkah ke bangku sekolah menengah.

Langkah Fira dan Putri di Tanah Suci mungkin terlihat seperti langkah biasa di antara ribuan jemaah lainnya. Namun di balik itu, tersimpan kisah tentang kehilangan, tanggung jawab, dan cinta yang tak pernah usai.

Sebab bagi mereka, berhaji bukan hanya perjalanan menuju Ka'bah, tapi ini adalah perjalanan menunaikan janji kepada orang tua, yang kini hanya bisa mereka temui lewat doa.

Selamat menunaikan ibadah haji Fira dan Putri, insyaAllah haji kalian mabrurah.

Aamiin YRA.

Editor: Dardani